Sejujurnya manajemen ASN masih berada pada fase rule-based dan bisa jadi mulai melangkah pada performance-based practices. Tapi masih banyak pekerjaan rumah tersisa, mulai dari aturan-aturan yang masih sangat mengikat hingga cukup banyak pengelola SDM pemerintah yang masih menunggu-nunggu “juklah dan juknis” di lapangan dan “takut salah” ketika berinovasi di lapangan.
Kembali ke masalah talentship, mari kita berkaca pada survei yang dilakukan Gartner (2019) terhadap 70 orang HR leaders yang menyebutkan tantangan paling signifikan yang dihadapi HR team dalam membangun talent pool (leadership bench), atau kelompok rencana suksesi dalam istilah PP Manajemen PNS, yaitu:
Proses manajemen suksesi kami tidak menghasilkan pimpinan yang tepat pada waktu yang tepat (49%); kami terus berjuang untuk membangun pemimpin yang efektif (41%); kelompok rencana suksesi kami tidak berbeda -masalah kadersisasi pemimpin- (26%); kami berjuang untuk meretensi pimpinan yang ada sekarang (14%); investasi kami pada talenta berpotensi tinggi belum membuahkan hasil sepadan (9%); dan lainnya (75)
Dari survei di atas kita dapat menyimpulkan bahwa regenerasi kepemimpinan dan pencarian pemimpin yang efektif menjadi tantangan terbesar para pengelola SDM saat ini. Untuk itu manajemen talenta menjadi satu jawaban yang amat patut diusahakan.
Kita mesti belajar juga dari pengalaman pelaksanaan manajemen talenta yang mulai muncul di dunia manajemen SDM sekitar awal tahun 90-an ditandai dengan terbitnya tulisan The War of Talent dari seorang peneliti McKinsey. Pak Steven mensarikan empat penyebab mengapa inisiatif manajemen talenta pada organisasi gagal.
Pertama, “It’s just another HR initiative”. Manajemen talenta tidak menjadi strategi besar institusi, tapi hanya program yang “nice to have”. Ini harus diantisipasi sungguh-sungguh. Institusi atau organisasi yang berhasil mengelola talentanya adalah yang pucuk pimpinannya terjun langsung.
Kita boleh menyebut Kemenkeu di lingkungan pemerintah dan, seperti disampaikan Pak Steven, Astra salah satu contoh baik; CEO Astra adalah langsung bertindak sebagai pimpinan dalam urusan Human Capital.





