Editor 14 Oktober 2020

Kedua, Qu’uudan, yaitu seorang muslimah selalu ingat Allah di saat duduk. Maksudnya adalah pada saat dalam kondisi pertengahan, tidak lebih dan tidak kurang, kita tetap hidup bersahaja dan ingat selalu Allah. Kita tetap qana’ah, merasa cukup atas pemberian Allah.

Tetap berlapang dada dengan rizki Allah, dan selalu berusaha istiqomah. Namun hal ini bukan berarti kita tidak boleh punya mimpi. Kita tetap harus bermimpi menjadi orang yang kaya hati, kaya jiwa dan kaya harta. Menjadi orang yang paling bermanfaat untuk orang lain.

Ketiga, Wa’ala junuubihim. Inilah kondisi saat seorang muslimah dalam keadaan berbaring. Saat lemah tak berdaya. Saat berada dalam kesempitan. Dalam kondisi demikian pun tetap harus ingat kepada Allah. Tidak ada daya upaya dan kekuatan tanpa pertolongan Allah.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*