Celebesupdate.com, Internasional-Setelah pengakuan ternegara Palestina dari mayoritas negara di dunia, dan kuatnya kecaman pemimpin negara-negara di dunia pada Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Amerika Serikat mengajukan proposal perdamaian untuk menciptakan perdamaian di Palestina. Sesaat usai sidang PBB pada Senin, 22 September 2025 tersebut, Presiden Amerika Donald Trump dan sejumlah pemimpin negara muslim berkumpul membahas rencana itu. Diantara yang hadir adalah pemimin negara-negara Arab, Turkey, Pakistan dan Indonesia.
Dalam beberapa hari kemudian, Senin 29 September 2025 Trump dan Perdana Menteri Israel yang kejam, Benjamin Netanyahu juga bertemu di Gedung Putih dan merilis 20 poin proposal perdamaian. Trump menyebut perjanjian ini akan menghentikan serangan Israel dan pertumpahan di Gaza. Apa saja poin tersebut? Berikut rinciannya:
- Gaza akan jadi zona bebas teror yang aman bagi tetangganya.
- Gaza akan dibangun kembali untuk kesejahteraan rakyatnya.
- Jika kedua pihak bersepakat, perang langsung berhenti. Israel akan mundur ke garis yang disepakati untuk persiapan pembebasan sandera. Semua operasi militer dihentikan dan garis pertempuran dibekukan sampai penarikan penuh.
- Dalam 72 jam setelah Israel menerima perjanjian, semua sandera dalam kondisi hidup maupun meninggal dunia harus dikembalikan.
- Setelah sandera dibebaskan, Israel akan membebaskan 250 tahanan seumur hidup, termasuk 1.700 warga Gaza yang ditahan setelah 7 Oktober 2023 termasuk perempuan dan anak. Untuk setiap sandera Israel yang jasadnya dikembalikan, Israel akan menyerahkan 15 jasad warga Gaza.
- Anggota Hamas yang berkomitmen hidup damai berdampingan serta bersedia melucuti senjata akan diberi amnesti. Mereka yang ingin meninggalkan Gaza harus diberi jalan aman ke negara lain.
- Setelah perjanjian diterima, bantuan penuh akan segera dikirim ke Gaza, seperti infrastruktur (air, listrik, limbah), rehabilitasi rumah sakit serta toko roti, dan beragam peralatan untuk membersihkan puing serta pembukaan jalan.
- Distribusi bantuan ke Gaza diberikan melalui PBB, Bulan Sabit Merah, dan lembaga internasional netral tanpa intervensi kedua pihak. Pembukaan jalur perlintasan Rafah untuk kedua arah mengacu pada mekanisme perjanjian 19 Januari 2025.
- Gaza sementara akan dipimpin oleh pemerintahan transisi teknokrat Palestina yang apolitis, bertugas mengelola layanan publik dan pemerintahan sehari-hari. Komite ini berisi warga Palestina yang berkualifikasi dan pakar internasional, diawasi oleh badan transisi internasional baru bernama “Dewan Perdamaian,” yang dipimpin Donald Trump bersama tokoh lain, termasuk mantan PM Tony Blair. Badan ini akan mengatur kerangka kerja dan pendanaan pembangunan Gaza sampai Otoritas Palestina selesai menjalankan reformasi dan siap mengambil alih. Dewan ini juga akan menerapkan standar internasional terbaik agar Gaza dikelola modern, efisien, dan menarik bagi investasi.
- Rencana ekonomi dibuat panel ahli yang pernah bangun kota modern di Timur Tengah. Tujuannya: menarik investasi, membuka lapangan kerja, dan menciptakan harapan baru.
- Pembentukan zona ekonomi khusus dengan tarif dan akses istimewa dari negara peserta.
- Tidak boleh seorang pun yang dipaksa meninggalkan Gaza. Mereka yang ingin meninggalkan Gaza, dapat pergi dan kembali secara bebas. Pemerintah akan dorong rakyat tetap tinggal untuk membangun Gaza baru.
- Hamas dan faksi lain tidak boleh ikut memerintah Gaza, baik secara langsung maupun tidak langsung. Semua infrastruktur militer (terowongan, pabrik senjata) akan dihancurkan dan tidak akan dibangun ulang. Ada program pelucutan senjata dengan pemantau independen dan skema reintegrasi. Gaza Baru fokus pada ekonomi dan hidup damai.
- Mitra regional akan menjamin Hamas dan faksi lain untuk patuh terhadap kesepakatan, agar Gaza yang baru tidak mengancam daerah tetangga atau warganya.
- Amerika Serikat, Arab, dan mitra internasional akan membentuk Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) untuk segera dikerahkan. ISF akan melatih polisi Palestina di Gaza, berkonsultasi dengan Yordania dan Mesir, mencegah masuknya senjata, dan mengamankan perbatasan sambil memastikan arus barang lancar.
- Israel tidak akan menduduki atau mencaplok Gaza. Israel Defence Forces (IDF) akan mundur bertahap seiring ISF mengambil alih keamanan. IDF menyerahkan wilayah ke ISF sampai penarikan total, kecuali perimeter keamanan sementara.
- Jika Hamas menolak atau menunda, program bantuan akan tetap dijalankan di area bebas teror yang diserahkan IDF ke ISF.
- Dialog antaragama akan dibentuk untuk mendorong toleransi dan hidup damai serta berdampingan, dengan tujuan mengubah cara pandang Palestina dan Israel melalui penekanan pada manfaat perdamaian.
- Sembari Gaza dibangun kembali dan reformasi Otoritas Palestina dilanjutkan, situasi harus ditempatkan dalam jalur menuju penentuan nasib sendiri dan berdirinya negara Palestina, yang merupakan aspirasi rakyat Palestina.
- Amerika Serikat akan memfasilitasi dialog Israel Palestina untuk mencapai kesepakatan politik menuju hidup damai dan sejahtera secara berdampingan.
Poin-poin proposal ini diterima oleh PM Benjamin Netanyahu. Sementara bagi negara-negara Arab, sebagian isinya masih dianggap perlu didiskusikan lebih dalam. Pernyataan tentang perlunya perbincangan tentang sejumlah poin diutarakan oleh pemimpin Qatar. Begitupula Mesir, mereka menilai perjanjian ini masih menjadi tanda tanya besar karena tak ada sama sekali poin yang menyebut melibatkan otoritas Palestina di dalamnya.
Menyusul proposal ini, Hamas sebagai faksi perjuangan yang selama ini menguasai jalur Gaza belum memberikan tanggapan. Apakah kelompok itu akan menerima? Poin-poin yang diajukan Trump juga tak membahas soal Kemerdekaan Negara Palestina. Lalu bagaimana kelanjutan perjuangan kemerdekaan pasca perjanjian ini?





