
Kali ini tentang parenting. Saya menulis ini karena “diusik” oleh seorang kawan, aktifis perempuan dan tokoh penting bagi konsolidasi Ulama Perempuan di Indonesia, Nyai Badriyah Fayumi. Nyai Badriyah rupanya terganggu dengan sodoran jalan tengah saya yang mungkin dianggapnya masih sebatas “jalan pinggiran”. Beliau meminta saya membentangkan sebuah argumen jalan tengah dalam hal pengasuhan anak (parenting).
Pertanyaannya, betulkah pengasuhan anak masih saja didominasi oleh peran ibu dibanding ayahnya? Pertanyaan ini saya angkat karena ketika berbicara tentang pengasuhan, ada kecenderungan pemahaman yang sudah terset tentang ketidakseimbangan peran.





