Editor 21 Oktober 2020


Di kalangan muda juga banyak santri yang berkontribusi untuk bangsa. Ulil Abshar-Abdalla, mantan petinggi Jaringan Islam Liberal yang kini banyak disenangi oposisi Jokowi, adalah santri. Beberapa waktu ini lebih banyak ia mengkaji Ihya Ulumuddin, masterpiece Imam Al-Ghazali. Ada semacam pergulatan intelektual yang membuatnya harus memilih ‘jalan pulang’ yang bahagia menjadi kiai ketimbang politisi.

Baca Juga : Meracik Bumbu


Hamid Fahmy Zarkasyi, adalah kiai Gontor, yang hampir dua dekade produktif menulis berbagai topik keislaman bersama koleganya di INSISTS dengan pengaruh signifikan dari Syed Naquib Al-Attas, penulis Islam and Secularism.

Kritikan mereka terhadap liberalisme misalnya, sangat serius berjamaah ketimbang penulis lain yang lebih banyak sebagai ‘lone writer’. Al-Ittihadu asasunnajah, “persatuan kunci keberhasilan.” Kritikan terhadap liberalisme, di matanya adalah bagian kecil dari upaya untuk islamisasi ilmu dan penciptaan manusia yang beradab.


Di luar negeri kita juga biasa baca kisah Imam Shamsi Ali. Lelaki kelahiran Bulukumba, Sulsel, yang lebih dua dekade menetap di jantung dunia, New York, dan giat dalam interfaith dialogue bersama tokoh Kristen, Yahudi, dan lainnya.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*