Editor 27 November 2020

Tapi dengan mempelajari proses-proses politik di berbagai negara demokrasi lainnya, yang akhirnya berubah menjadi negara otoriter.

Satu di antaranya penyebab kematian demokrasi di era perang dingin adalah kudeta yang dilakukan para jenderal militer.

Tapi akhir dan pasca perang dingin, kudeta bukan satu-satunya musabab kematian demokrasi, kata keduanya. Strategi politik berubah dan justru mengarah pada pemanfaatan lembaga-lembaga demokratis itu sendiri.

Termasuk dengan memanfaatkan kekuasan presiden hasil pemilihan langsung, perangkat hukum negara, dan lain sebagainya.

Secara umum, Daniel dan Steven menyebut empat indikator penyalagunaan elemen demokrasi dalam mematikan demokrasi, yaitu ; Penolakan atau atau komitmen yang lemah terhadap aturan main yang demokratis; Penolakan legitimasi lawan politik; Toleransi atau dorongan kekerasan; Kesiapan untuk membatasi kebebasan sipil lawan, termasuk media.

Di luar dari Amerika, praktik-praktik politik sebagaimana dalam “How Democracie Die” telah banyak berlangsung. Terutama di negara-negara Amerika Latin, Timur Tengah, Afrika dan Asia Tenggara. Di Asia Tenggara misalnya, praktik semacam ini bisa dilihat di negara seperti Kamboja.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*