Editor 27 November 2020

Tahun 2017, saya berkesempatan mengunjungi langsung negara ini. Sumber-sumber di sana, termasuk kalangan LSM memaparkan bagaimana kondisi kehidupan politik di negara yang pernah dikuasai rezim Khmer Merah itu.

Di negara yang menyandingkan parlementer dan kerajaan itu, popularitas lawan politik direduksi melalui alat-alat negara dan aparat hukum. Tak heran, perdana menteri-nya berkuasa lama, melampaui lamanya Orde Baru berkuasa di Indonesia.

Secara prosedural, pemilihan wakil-wakil rakyat dan perdana menteri negara itu berlangsung demokratis. Multi partai dan pemilihan langsung. Tapi dengan memanfaatkan kekuasaan dan alat negara, sistem politik benar-benar dikuasai satu tangan.

Oposisi dan partai politiknya ditekan melalui tuduhan subversi, dituduh korupsi, dan sebagainya. Sementara media independen ditekan dengan alasan mengganggu kepentingan dan kedaulatan negara.

Lalu bagaimana di Indonesia? Adakah gejalanya sama dalam, How Democracies Die? (*)

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*