Editor 2 Juli 2025

Celebesupdate.com, Makassar- Pekan Olah Raga Nasional (PON) ke XXI di Aceh pada tahun 2024 membawa angin segar pada atlit dari berbacai cabang olah raga di Sulsel. Bagi setiap juara, pemerintah menjanjikan kepada mereka, hadiah yang tak sedikit. Cukup berbanding dengan lelah, persiapan, dan waktu yang mereka habiskan dalam latihan untuk menghadapi ajang bergengsi di bidang olah raga nasional tersebut. Untuk peraih medali emas atau juara satu, pemerintah menjanjikan bonus sebesar 2 ratus juta rupiah. 150 juta rupiah bagi peraih perak, dan 100 juta rupiah bagi perunggu.

Janji itu terungkap dalam acara Sulsel anti mager yang berlangsung di Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, Jumat (27/6/2025) lalu. Hadiah untuk atlit diserahkan secara simbolis di kegiatan tersebut. Beberapa atlit tampak memendam kecewa usai penyerahan itu. Sebagian tak mampu menahan tangis, dan terlihat menyeka air mata. Nadya Baharuddin, seorang atlit karate peraih medali emas mengatakan, mereka sebelumnya dijanjikan bonus sebesar 200 juta rupiah, tapi di acara itu disebut hanya 150 juta.

“Sebelumnya kami dijanjikan bonus setara dengan PON Papua, yakni Rp 200 juta untuk emas, Rp 150 juta untuk perak, dan Rp 100 juta untuk perunggu. Tapi saat tiba dilokasi penyerahan, disampaikan bahwa itu sudah final. Kami bingung dan kecewa,” kata Nadya sebagaimana ditulis oleh tirto.id.  Nadya juga mengungkap kesepakatan itu dihasilkan dalam RDP di DPRD Sulsel waktu lalu.

Total dana bonus yang disalurkan sebesar Rp6,75 miliar untuk seluruh peraih medali dari PON XXI Aceh-Sumut 2024. Sulsel sendiri meraih 61 medali dalam ajang tersebut, yakni 10 emas, 19 perak, dan 32 perunggu. Berdasarkan skema pembagian, atlet peraih emas mendapat Rp150 juta, perak Rp100 juta, dan perunggu Rp50 juta. Pemotongan ini praktis juga berdampak pada perolehan bonus atlit dalam tim atau regu yang menjadi lebih kecil.

Sementara itu, dikonfirmasi oleh media, Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Sulsel, Suherman, menyebut mengecilnya bonus disebabkan oleh efisiensi dan keterbatasan anggaran pemerintah propinsi Sulsel di tahun 2025. “Kondisi keuangan daerah tidak memungkina memberikan bonus sebesar 200 juta sebagaimana, tahun-tahun sebelumnya,” jelasnya.

 

 

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*