Kedua negara tersebut berhadapan dalam perang mematikan memperebutkan Nagorno-Karabakh pada akhir 1980-an dan awal 1990-an.
Meskipun mereka mengumumkan gencatan senjata pada 1994, Armenia dan Azerbaijan tidak pernah berhasil menyetujui perjanjian damai. Dan sejak itu pula, setiap waktu pertempuran skala kecil berlangsung di garis depan wilayah Nagorno-Karabakh. Pertempuran seringkali merugikan pihak Azerbaijan.
Azerbaijan Gunakan Teknologi Drone
Pada perang kali ini, keberuntungan tampak berpihak ke tentara Azerbaijan. Selama beberapa pekan ini, mereka berhasil memukul mundur pasukan pemberontak jauh ke belakang garis depan Nagorno-Karabakh.
Pasukan Azerbaijan bahkan mulai masuk jauh ke dalam wilayah Nagorno-Karabakh dengan menguasai sejumlah desa.
Secara militer, kekuatan pasukan etnik Armenia di Nagorno-Karabakh cukup kuat untuk mengimbangi Azerbaijan. Teknologi persenjataan dan peralatan militernya yang dibeli dari Rusia tak ketinggalan. Mereka memiliki tank, roket, rudal, dan jenis senjata lainnya. Terlebih, pemberontak di kawasan itu didukung secara langsung oleh Armenia.





