Editor 29 Desember 2022

 

Air hujan yang turun ke bumi juga begitu. Dimulai dari proses penguapan yang terjadi di permukaan bumi akhirnya melahirkan air yang turun dari atmosfer ke bumi. Ibarat kata, hujan hanya mengikuti takdirnya sebagai hujan. Proses penguapan itu singkatnya membentuk uap air, terangkat dan terbawa angin ke atmosfer, dan akhirnya turun jadi hujan. Jadi, hujan itu dari bumi juga. Dari kita untuk kita. Hujan yang turun ke bumi itu mengalir, diresap oleh tanaman, permukaan tanah, ke sungai, air laut, bahkan dipakai juga untuk manusia untuk berwudhu sebab statusnya suci dan mensucikan.

Jika tadi aliran yang kita ceritakan itu terkait alam, dalam dunia sosial manusia juga aliran itu terjadi berbagai aliran. Arjun Appadurai mengusulkan kita untuk melihat dunia tidak dari perspektif “pusat-pinggiran” atau center-periphery berbasis negara, tapi berdasarkan interaksi & pemutusan dalam lima dimensi aliran global: ethnoscapes (orang), technoscapes (teknologi), financescapes (uang), mediascapes (media), dan ideoscapes (gagasan).

Kata Appadurai, aliran-aliran itu di dunia kita saat ini terjadi sebab adanya kebebasan dan improvisasi kreatif. Artinya, saat ini interaksi manusia terjadi begitu cepat sebab aliran-aliran tersebut. Banyak hal berubah, misalnya saja aliran media. Fajar Sadboy, lelaki 15 tahun asal Suwawa, Gorontalo, belakangan ini namanya viral mulai dari TikTok, Instagram, podcast dan juga televisi.

Fajar terkenal sebab mengaku ditinggalkan oleh perempuan yang dia cintai. Katanya, “…dari awal Oktober saya saya punya chat dia read (baca) terus dia tak pernah balas.” Uniknya, dia pandai berkata-kata, seperti Vicky Prasetyo, bahkan ada yang bilang, “Lord Vicky telah memiliki titisan baru.”

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*