Editor 30 Januari 2021

Padahal u know? Youtuber tersebut saya yakini mengulas dengan sejujur-jujurnya produk Eiger. Tak ada yang menunjukkan ‘tone’ negatif dalam video youtubenya. Ia sangat puas dengan kehadiran produk kacamata Eiger yang bisa mengakomodir wajah tambunnya tetap tampil modis dan nyaman saat sepedaan.
Kenapa saya yakini sang youtuber jujur. Ia tidak diendorse se-sen pun. Dan tidak memiliki ikatan kekerabatan dengan petinggi Eiger. Ia membeli produk Eiger murni pakai duit pribadinya. Dan sebagai konsumen yang memang memiliki hak untuk berkomentar terhadap barang yang dibeli. Ia tentu bermaksud hati menyampaikan nilai plus barang tersebut. Sangat informatif malah. Dan sepatutnya, Eiger pantas berterimakasih sebab mesin marketingnya tetap jalan dari pihak eksternalnya. Tanpa mengeluarkan biaya sama sekali. Apalagi jika yang menonton memang membutuhkan barang serupa. Yah ibarat kata, sebenarnya ini simbiosis mutualisme. Pelanggan puas dan jujur dengan produknya, produsen dalam hal ini Eiger harusnya berterimakasih juga karena penilaian positif konsumen plus kontennya yang berbau persuasif ke khalayak. Menang banyak malah Eiger.

Sepertinya, pembuat surat tersebut tidak percaya the power of ‘dari mulut ke mulut’. Terkadang konsumen membeli sesuatu dari rekomendasi orang sekitarnya. Abang bakso yang jualan di kaki gunung sekalipun, jika ‘the power of dari mulut ke mulut’ nya jalan. Ia tak perlu capek-capek ngeluarin cost untuk pemasarannya. Pecinta bakso akan menyemutinya. Terlebih zaman now kayak gini, dilengkapi dengan ‘the power of netizen’. Dalam hitungan sedetik, produk seseorang bisa booming (laku keras), sebaliknya bisa jatuh berujung gulung tikar.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*