Editor 4 November 2024
“Saya sangat bahagia bertemu ibu dan bapak sekalian. Mari kita terapkan hidup sehat. Lebih baik mencegah. Rajin berolah raga daripada nanti rajin ke dokter,” jelasnya.
Ia lanjut menyampaikan bahwa  pola hidup sehat dengan berolah raga, mengatur pola konsumsi terhadap makanan yang berpotensi menimbulkan  penyakit, perlu dikampanyekan lebih massif ke tengah-tengah masyarakat.
Dalam acara ini, Meity sesungguhnya diundang dalam kapasitasnya sebagai Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Propinsi Sulsel. Kehadirannya pada acara yang didukung oleh salah satu produsen nutrisi ini dianggap memiliki relevansi dengan kampanye hidup sehat yang bertujuan mengurangi tingginya prevalensi Diabetes Melitus.
Hj Meity Rahmatia menandatangani petisi hidup sehat di Event World Diabetes Day, Makasar (Minggu/03/2024)
“Meninjau tingginya angka Diabetes Melitus penduduk Indonesia yang menduduki peringkat ke-3 tertinggi se-Asi Tenggara, yaitu 11 persen. Meningkatnya penyakit sindrom metabolik lainnya seperti hipertensi dan penyakit jantung. Melalui salah satu produk kami, yaitu pemanis pengganti gula dari bahan jagung, kami mengajak masyarakat mengedepankan pola hidup sehat. Mengurangi konsumsi terhadap gula, garam, dan makanan lemak yang berlebih sehingga tidak mudah terserang penyakit sindrom metabolik,” beber perwakilan perusahaan terkait dalam pembukaan acara.
Apa yang dijelaskan oleh perusahaan tersebut sejalan dengan data Kementerian Kesehatan yang menyebutkan, tingginya prevalensi penyakit kardiovaskular di Indonesia disebabkan oleh perubahan gaya hidup yang tidak sehat, seperti merokok, pola makan yang tidak seimbang, hipertensi, obesitas, diabetes melitus, dan kurangnya aktivitas fisik. Perilaku tersebut merupakan salah satu kontributor utama terjadinya penyakit jantung koroner (PJK). Dilaporkan, 50% penderita PJK berpotensi mengalami henti jantung mendadak atau sudden cardiac death.(*)

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*