Editor 20 Oktober 2020


Gunakan celana dalam yang menyerap keringat. Ganti celana dalam ketika basah dan lembab. Rapikan bulu kemaluan dengan memotongnya. Berkhitan untuk menghilangkan kulit penutup kepala penis sehingga tidak ada lagi lipatan kulit tempat kotoran bersarang didalamnya. Penelitian menyebutkan bahwa kotoran tersebut meningkatkan risiko kanker penis sehingga khitan mampu mencegahnya.


Memperhatikan perlindungan testis dari suhu yang panas maupun paparan radiasi sinar x. Testis sebagai pabrik sperma berada diluar tubuh dan hanya dilindungi oleh lapisan kulit. Padahal, sperma sangat rentan, mudah rusak oleh paparan suhu tinggi. Hal ini perlu diperhatikan bagi laki-laki yang berisiko menerima paparan suhu tinggi pada area kemaluannya.

Contoh: pekerja mesin fotocopy dan sopir. Sopir yang mengemudi terus menerus selama lebih dari enam jam perlu meletakkan bantal donat yang diisi air dingin sehingga mampu menjaga suhu aman berkendara.
Pekerja di instalasi radiologi dengan risiko paparan sinar x perlu memastikan penggunaan apron pelindung.


Setia pada pasangan yang sah. Risiko penyakit menular seksual tertinggi pada golongan 3M (Man, Mobile, Money). Golongan 3M inilah saat ini yang dijadikan titik fokus screening penyakit menular seksual.
Makan makanan bergizi seimbang kurangi bahan pengawet dan frozen food serta berhenti merokok. Semuanya akan berpengaruh terhadap kualitas sperma.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*