Editor 20 Oktober 2020

Oleh: dr Lili Ratnawati, Sp.Og

Perempuan memiliki sistem reproduksi yang sangat berbeda dengan sistem reproduksi laki-laki. Pengetahuan tentang organ pembentuk sistem reproduksi laki-laki dapat diperoleh melalui mata pelajaran biologi namun beberapa pengetahuan penting terkait nilai dan pelaksanaan kesehatan reproduksi menjadi minimal.

Hal ini dikarenakan banyak masyarakat masih merasa tabu dan penuh malu membicarakan kesehatan reproduksi. Mereka memahami secara sempit tentang bahasan kesehatan reproduksi yang dianggap hanya sebatas pendidikan seksual. Padahal, kesehatan reproduksi memiliki cakupan lebih luas, menyangkut nilai-nilai yang dianut seseorang dan menentukan perilaku reproduksinya juga interaksi dengan orang lain.

Begitu pentingnya sehingga sosok orang tua menjadi sosok paling ideal untuk memberikan pendidikan ini. Bahkan secara detail, ayah menjadi sosok ideal yang bertanggung jawab dalam pendidikan kesehatan reproduksi puteranya. Demikian juga sebaliknya dengan sosok ibu yang menjadi sosok ideal pengampu materi pendidikan kesehatan reproduksi bagi putrinya.

Tak dipungkiri terkadang ada kondisi dimana hal ideal tersebut tidak dapat diraih. Berikut informasi minimal yang perlu diketahui bunda tentang sistem reproduksi laki-laki yang dibutuhkan dalam mengawal pendidikan kesehatan reproduksi puteranya.

Berbeda dengan sistem reproduksi perempuan yang berupa sistem reproduksi terbuka, sistem reproduksi pria disebut sebagai sistem reproduksi tertutup. Maksud terbuka dan tertutup ini adalah saat sistem reproduksi tersebut dilihat sebagai lorong dan ditelusuri dari awal sampai akhir, sistem tertutup akan berakhir di ruang tertutup sedang sistem terbuka berakhir di ruang terbuka.

Saat sistem reproduksi laki-laki ditelusur, lorong dimulai dari lubang uretra yang berada di ujung penis. Uretra adalah satu-satunya saluran yang menghantarkan produk dalam tubuh laki-laki ke dunia luar untuk dibuang. Produk tersebut berupa air seni dan air mani. Bagian akhir dari uretra adalah kandung kemih berupa bagunan tertutup penampung produk air seni atau urin yang dihasilkan oleh ginjal.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*