Editor 20 Februari 2021

Sudah sunatullah, bahwa lambung kita akan merasa lapar jika tidak diisi makanan. Rosulullah menyerukan agar makan setelah lapar dan berhenti sebelum kenyang. Rata-rata kebutuhan makan seorang manusia sehari tiga kali, pagi, siang, malam. Pagi hari Rosulullah makan 7 butir kurma, siang hari makan gandum, zaitun dan asam cuka. Sedangkan malam makan buah atau sayuran saja.

Dalam hal kualitas makanan, Sri Rahmi mengingatkan untuk tidak serta merta memakan apa saja. Hendaklah makan sesuai dengan kebutuhan nutrisi yang seimbang. 

“Lambung kita ini bukan tong sampah, yang apa saja dibiarkan masuk”, Begitu kutipan Sri Rahmi untuk menegaskan pentingnya menjaga pola makan sesuai kebutuhan.

Lebih jauh Sri Rahmi menjelaskan bahwa kualitas makanan bukan sekedar dari dzatnya saja, tapi pula dari sumbernya. Tidak sekedar halal tapi juga toyyib (baik). Tidak semua makanan yang halal, itu toyyib untuk di konsumsi. Misalnya, seseorang yang memiliki riwayat darah tinggi, tentu tidak baik konsumsi jeroan (menu coto), karena akan memicu penurunan tingkat kesehatan yang  berakibat pada menurunnya kualitas dan kuantitas ibadah. Meskipun makan adalah sarana ibadah, namun kesesuaian kebutuhan kesehatan harus pula diperhatikan.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*