Editor 16 Oktober 2020

Sadar dengan visi baqa’, visi perjalanan panjang manusia bahwa kehidupan ini merupakan rangkaian dari sekian banyak etape perjalanan yang harus ditempuh, manusia kemudian berusaha menunaikan amanah untuk beribadah. Klasik memang kata ‘ibadah’ tersebut, tapi di situ ada kesadaran, keinsyafan, ketulusan, keberanian, dan perjuangan agar tidak malu di hari kemudian.

Kesadaran akan visi panjang itu membuat orang beriman berlomba-lomba memperbaiki kualitas diri, mempermantap aktualisasi, dan menundukkan talbis iblis, ana khairun minhu, “aku lebih baik daripada dia”, yang sering sekali membuat nurani berteriak tapi yang ada hanya sepi. Hati yang berkarat, bernoktah yang sering sekali hitamkan jiwa harus dibersihkan dengan kesadaran iman dan rasa malu jika tidak bermakna positif bagi diriku, bagi keluargaku, dan bagi masyarakatku.

Bogor, 16 Oktober 2020

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*