Dalam situasi yang tidak bisa pungkiri ini maka perlu kehadiran berbagai organisasi Islam yang turut mengambil ruang kosong tersebut sehingga mampu menciptakan kesadaran beragama melalui pesan dakwah yang memiliki daya tarik sendiri dengan berbagai metode dan strategi.
Upaya ini bisa berangkat dari kerjasama pemerintah setempat dengan menghadirkan kegiatan atau pelatihan kepada para da’i sehingga memiliki bekal dalam mengemas pesan dakwah yang menarik, bermitra dengan organisasi yang mempunyai otoritas sesuai kapasitasnya sebagai dai.
Agar tujuan dakwah dapat tercapai, maka dakwah harus dilakukan secara teratur dan terarah. Pelaksanaan dakwah yang lebih teratur dan terarah diperlukan sebuah proses.
Dalam tahapan sebuah proses terdapat beberapa istilah seperti pendekatan, strategi, motode, teknik dan taktik. Kedepan kami berharap banyak hadir ditengah masyarakat dai yang mampu serta mempunyai kapasitas dalam mengelola pesan dakwah dengan gaya yang humanis, dan membina masyarakat sesuai tuntutan al-qur’an dan hadist.(*)
*Penulis
Ibnu Azka biasa di panggil Azka, alumni Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Jurusan Manajemen Dakwah UIN Alauddin Makassar. Lahir di Kendari 26 September 1999. Selama bermahasiswa aktif di berbagai organisasi internal maupun eksternal kampus, salah satunya pernah menjabat sebagai ketua komisi kebijakan Senat Mahasiswa fakultas dakwah dan komunikasi, Kabid pengembangan minat dan bakat Dewan Eksekutif Mahasiswa FDK. Kesehariannya banyak menghabiskan membaca buku dan menulis opini, essay dan puisi. Sekarang sedang melanjutkan pendidikan ke jenjang magister Prodi Interdisciplinary Islamic Studies (IIS) Konsentrasi Kajian Komunikasi dan Masyarakat Islam Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Penulis dapat dikenal lebih jauh melalui media sosial.





