Hubungan yang sehat antara ibu dan pasangan memiliki peran besar dalam menjaga stabilitas emosi ibu hamil. Namun, saat kekerasan terjadi, baik secara fisik, emosional, maupun seksual, dampaknya meluas tidak hanya pada ibu, tetapi juga pada perkembangan janin. Trauma berkepanjangan dapat memengaruhi kemampuan ibu dalam merawat bayi setelah kelahiran.
Tenaga Kesehatan sebagai Garda Terdepan
Peran tenaga kesehatan sangat penting dalam mencegah risiko kekerasan dan trauma. Deteksi dini melalui skrining rutin selama pemeriksaan kehamilan dapat membantu mengidentifikasi tanda-tanda kekerasan atau gangguan mental. Dengan pelatihan yang memadai, bidan, perawat, dan dokter dapat memberikan konseling serta merujuk ibu hamil ke layanan kesehatan mental atau lembaga perlindungan sosial jika diperlukan.
Selain itu, edukasi kepada masyarakat juga menjadi langkah strategis. Kampanye tentang pentingnya mendukung ibu hamil secara fisik dan emosional harus diperluas, terutama di wilayah dengan prevalensi kekerasan yang tinggi. Keluarga, khususnya pasangan, diharapkan memberikan perhatian dan menciptakan lingkungan yang aman bagi ibu hamil.
Langkah Konkret untuk Perlindungan





