Pemerintah dan institusi kesehatan perlu mengintegrasikan kebijakan perlindungan ibu hamil dalam program nasional. Berikut beberapa langkah konkret yang dapat diambil:
- Skrining Rutin: Tenaga kesehatan wajib melakukan pemeriksaan terkait kekerasan domestik pada ibu hamil selama kunjungan prenatal.
- Layanan Konseling: Penyediaan pusat konseling di rumah sakit dan puskesmas untuk mendukung ibu hamil yang mengalami tekanan mental.
- Kampanye Publik: Menggalakkan kampanye “Kehamilan Aman dan Bebas Kekerasan” untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.
- Pelatihan Tenaga Kesehatan: Melatih tenaga medis untuk mengenali tanda-tanda kekerasan dan gangguan mental secara dini.
- Dukungan Komunitas: Membentuk kelompok pendukung bagi ibu hamil untuk berbagi pengalaman dan solusi menghadapi tantangan kehamilan.
Membangun Masa Depan yang Lebih Aman
Dengan kolaborasi antara tenaga kesehatan, keluarga, komunitas, dan pemerintah, risiko kekerasan terhadap ibu hamil dapat diminimalkan. Dukungan yang kuat tidak hanya akan meningkatkan kesejahteraan ibu, tetapi juga memberikan awal yang sehat bagi bayi yang akan lahir. Masa depan bangsa dimulai dari ibu yang sehat, baik secara fisik maupun mental.





