Editor 10 Juli 2024

Kedua, persaingan politik ini mendapat pengaruh dari ambang batas 4 persen bagi partai politik untuk lolos di parlemen. Dalam memenuhi ambang batas ini, partai politik dipaksa ugal-ugalan menjaring peserta Pileg, yait caleg. Selain mencari sosok populer, partai juga mengutamakan mereka yang memiliki modal besar atau uang untuk terjun di dalama kontestasi.

Kualitas dan kapasitas personal caleg menjadi tidak pokokĀ  lagi bagi partai politik. Kekaderan juga urusan belakang. Siapapun bisa, selama mau dan memiliki duit banyak.

Dengan realitas yang demikian rupa itu, pertanyaan kini muncul di kepala kita. Bagaimanakah kualitas dan kapasitas aleg di tahun 2024? Petahana yang terpilih kembali cukup banyak, tetapi orang-orang baru yang muncul dengan bekal duit saja, juga tak sedikit. Semoga saja melebihi ekspektasi kita semua. Wallahu ‘alam (*)

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*