Apa temuan terpenting dari survei tersebut bagi PKS? Jawabannya adalah “Kesukaan publik terhadap partai oposisi belum berkorelasi positif terhadap nilai elektabilitas PKS.” Di empat provinsi lokasi survei tersebut signifikan jumlah reponden yang suka kepada partai politik yang bersikap oposisi terhadap Pemerintahan Presiden Joko Widodo. Rata-rata separuh responden menyukainya. Namun, penting untuk diulangi lagi, kesukaan terhadap partai oposisi nyatanya belum berkorelasi positif terhadap nilai elektabilitas PKS.
Padahal PKS adalah partai pertama, terdepan, dan konsisten dalam bersikap oposisi sepanjang dua periode masa jabatan Pemerintahan Presiden Joko Widodo. Di Jawa Timur ada 47.7% responden suka partai oposisi, namun elektabilitas PKS adalah 6.1%. Di Jawa Tengah ada 53.4% responden suka partai oposisi, namun elektabilitas PKS sebesar 8.0%. Di DI Yogyakarta ada 62.0% responden suka partai oposisi, namun elektabilitas PKS senilai 11.1%. Dan di Banten 54.9% responden suka partai oposisi, namun elektabilitas PKS sebanyak 14.2%.
Jadi, faktanya adalah ada gap (kesenjangan) relatif besar antara kesukaan publik terhadap partai oposisi dengan nilai elektabilitas PKS yang sekali lagi sebagai partai pertama, terdepan, dan konsisten dalam bersikap oposisi sejauh ini.





