Editor 31 Desember 2020

Jakarta, celebesupdate.com – Dalam upaya menjamin tenaga kesehatan dan seluruh masyarakat dari pandemi Covid-19, pemerintah akan memastikan ketersediaan vaksin gratis bagi seluruh kalangan. Ada lebih 181 juta rakyat Indonesia yang harus menerima vaksin Covid-19 untuk memenuhi imunitas komunal atau herd immunity.

“Dari 269 juta rakyat Indonesia, kalau kita ingin mengejar herd immunity usia di atas 18 tahun, ada 188 juta orang. Dari 188 juta ini kalau kita keluarkan yang memiliki komorbid berat, yang pernah terkena Covid-19 positif, dan ibu-ibu hamil yang masuk kategori eksklusi, maka jumlah yang menjadi target vaksinasi adalah 181 juta rakyat,” ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam keterangannya di Kantor Presiden, Jakarta, pada Selasa, 29 Desember 2020.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menentukan setiap satu orang membutuhkan 2 dosis vaksin, dan ketersediaan cadangan vaksin setiap negara sebanyak 15 persen. Dari ketentuan itu, serta dengan perhitungan kurang lebih 181 juta rakyat, maka dapat disimpulkan pemerintah harus menyiapkan 426 juta dosis vaksin.

Berdasarkan perhitungan diatas, pemerintah akan memastikan jumlah dosis vaksin yang dibutuhkan bisa terpenuhi.

“Sampai sekarang ada lima jalur pengadaan vaksin yang kita sudah tempuh. Empat di antaranya sifatnya bilateral dan satu sifatnya multilateral,” ucap Budi.

Hingga saat ini, melalui hubungan bilateral, Pemerintah telah menandatangani kontrak sebanyak 125 juta dosis vaksin dari Sinovac (Tiongkok) dengan opsi tambahan sebanyak 100 juta dosis vaksin, dan 130 juta total dosis vaksin dari Novavax (Amerika Serikat).

Selain kedua perusahaan di atas, pemerintah juga akan menandatangani kontrak dengan perusahaan dari dua negara lainnya yaitu AstraZeneca (Inggris) dan BioNTech-Pfizer (Jerman-Amerika), masing-masing 100 juta dosis vaksin, dan total 200 juta vaksin. Hal ini untuk memenuhi kuota vaksin yang dibutuhkan Indonesia berdasarkan perhitungan sebelumnya.

Selain perusahaan di atas, pemerintah juga menjalin kerjasama dengan Institusi bernama Gavi, bagian WHO yang menyediakan vaksin gratis. Vaksin dari Gavi untuk Indonesia sekitar 3 hingga 20 persen dari jumlah populasi, atau sebanyak 16 juta hingga 100 juta dosis vaksin.

“Hal yang penting yang saya ingin garis bawahi di sini adalah kita ada kerja sama multilateral dengan institusi yang namanya Gavi, merupakan bagian dari WHO, di mana mereka memberikan vaksin yang sifatnya gratis,” imbuh  Menkes.

Menteri Kesehatan menjelaskan, penandatanganan kontrak antara pemerintah dengan empat sumber vaksin jalur bilateral turut disertai dengan opsi di mana dalam kontrak diatur bahwa terdapat sekian jumlah porsi yang pasti akan diambil Indonesia dengan opsi lain untuk menambah jumlah apabila dibutuhkan.

“Itu sebabnya kenapa kita membuat kontrak dengan opsi dari supplier-supplier yang ada empat tadi supaya kalau ada vaksin dari Gavi yang sifatnya gratis kita tidak usah ambil dari mereka. Tetapi kalau misalnya vaksin dari Gavi ini belum bisa datang sesuai dengan jadwal yang kita inginkan, kita sudah mengamankan suplai dari perusahaan-perusahaan tersebut secara bilateral,” tuturnya.

Sesuai perhitungan, Pemerintah telah menyiapkan sebanyak 660 juta dosis vaksin. Dimana setengahnya atau 330 juta dosis vaksin sudah pasti diperoleh Indonesia, sedangkan setengah lainnya merupakan komitmen opsi tambahan untuk memenuhi vaksin gratis bagi semua kalangan.

“Kita sudah mengamankan yang pastinya sekitar 330 juta dengan opsi juga sekitar 330 juta sehingga sudah 660 juta. Kita ada cadangan yang cukup kalau ada beberapa sumber yang kemudian gagal di uji klinisnya atau juga tertunda proses pengirimannya,” tandasnya.

Laman terkait : Website: https://www.presidenri.go.id
YouTube: Sekretariat Presiden

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*