Editor 22 Juli 2021

Sementara satuan pendidikan yang berada di daerah ZONA KUNING, ORANYE, dan MERAH, dilarang melakukan proses pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan dan tetap melanjutkan kegiatan Belajar Dari Rumah (BDR) serta belajar jarak jauh dengan fasilitas daring. Sebelumnya, pemerintah menerapkan kegiatan BDR dari rumah secara menyeluruh di wilayah Indonesia. Namun melalui SKB 4 menteri ini, pemerintah membuka kran bagi wilayah yang terkendala dengan fasilitas pendidikan dan jaringan internet dapat melakukan pembelajaran tatap muka dengan syarat mereka masuk dalam zona hijau penyebaran Covid.

BDR dan Pembelajaran Jarak Jauh Sebagai Solusi di Tengah Wabah Covid 19

Harus diakui, kebijakan BDR dan belajar jarak jauh dengan daring adalah model pembelajaran yang tepat dalam menghidupkan tatanan pendidikan kita di tengah pandemi Covid 19. Bagaimanapun, pada satu sisi, bila pandemi tidak diantisipasi maka bisa menciptakan bencana kesehatan di negara kita. Namun, di sisi yang lain,  pemenuhan pendidikan bagi generasi bangsa merupakan kewajiban berdasarkan undang-undang dan telah menjadi tuntutan di tengah perkembangan masyarakat global. Bila generasi kita tidak terdidik maka di masa depan negara kita bukan tak mungkin akan tertinggal jauh oleh negara lain di dunia.

Namun demikian, BDR dan PJJ sebagai model pembelajaran di masa pandemi Covid 19 ini belum dapat menggantikan efektifnya transformasi pengetahuan melalui tatap muka antara guru dan siswa di sekolah atau antara dosen dan mahasiswa di perguruan tinggi.

Dalam banyak kasus, dalam proses belajar mengajar BDR dan PJJ target pembelajaran pada kurikulum pendidikan sangat sulit terpenuhi karena kurangnya inisiatif siswa untuk belajar secara serius.

Adalah Anas, anak rekan penulis yang masih duduk di bangku kelas 3 sekolah menengah atas di Kota Makassar, sejauh ini mengaku kadang-kadang kurang antusias mengikuti kegiatan belajar karena kurangnya kontrol dari guru. Ia mengaku, kadang cukup mengisi absen melalui online tanpa mengikuti kegiatan belajar secara serius. Anas mengaku sebagai tipe pelajar yang selalu ingin diarahkan dan diawasi oleh guru sehingga memaksa serta memacu dirinya untuk belajar lebih giat.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*