Namun, Anas masih beruntung karena memiliki orang tua yang peduli pada pendidikan sehingga fungsi pengawasan dan kontrol seringkali diperankan oleh ibunya. Namun bagaimana bagi yang lain? Terutama mereka yang memiliki orang tua yang kurang paham tentang pendidikan. Atau, bagi mereka yang menganggap pendidikan sepenuhnya adalah tanggung jawab sekolah. Tentu, mereka akan mengalami kesulitan dalam belajar.
Hal sama juga dirasakan Syahrul, adik seorang teman penulis yang tinggal di Kota Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Syahrul juga mengungkapkan, proses belajar mengajar jadi tidak efektif karena guru tidak dapat memaksa setiap murid mengikuti kelas online. Maklum kata Syahrul, sejumlah rekannya di kelas tinggal di daerah pedesaan yang jaringan internetnya kurang memadai. Selain itu, menurut Syahrul, tidak semua teman sekolahnya juga memiliki gawai untuk digunakan belajar secara online.
Penulis menemukan pula kasus guru yang kurang puas dengan model pembelajaran ini. Adalah tetangga penulis, Dirsang, guru olah raga di salah satu sekolah swasta di Makassar mengungkap apa yang dirasakannya. Ia kadang merasa BJJ tampak hanya sebagai kegiatan belajar mengajar yang formalitas belaka. Ia mengaku tinggi-rendahnya antusias dari siswa dalam belajar memberikan dampak pada psikologi bagi dirinya untuk mengajar maksimal atau tidak di kelas daring. Apalagi pada mata pelajaran olah raga yang membutuhkan banyak praktik di lapangan. Dirsang mengaku, tidak dapat memaksakan target dari pembelajaran karena terpaksa pula memaklumi kondisi siswa di tengah wabah pandemi Covid 19.
Di perguruan tinggi, hal ini juga menjadi masalah. Meskipun kegiatan belajar mandiri telah menjadi tuntutan di perguruan tinggi, target pembelajaran tetap sulit dicapai karena kurangnya efektifnya proses evaluasi belajar. Khususnya pada mata kuliah yang berorientasi pada pemenuhan skill, praktikum dan keterampilan lapangan bagi mahasiswa.
Bagaimanapun, pengawasan dan kontrol langsung dalam kegiatan belajar mengajar masih memiliki pengaruh terhadap inisiatif belajar siswa. Di tengah wabah pandemi ini, pemerintah sudah tepat mencoba memberlakukan kembali belajar tatap muka secara terbatas. Sekaligus, menyiapkan tools dalam mengontrol, mengawasi dan evaluasi proses pembelajaran BDR dan BJJ. Semoga sukses…
BACA JUGA :
- Afghanistan dan Ujian Resolusi Konflik di Kalangan Umat Islam
- Menakar Eksistensi Pendidikan Tinggi Vokasi di Tengah Pandemi
- Transformasi Untuk Pembangunan Berkelanjutan





