Pemerintah mencari dana sebesar USD75 juta dalam valuta asing untuk membayar utang termasuk untuk pengiriman minyak, terang Wickremesinghe.
Dia memperingatkan pemadaman listrik hingga 15 jam sehari karena negara itu bergantung pada minyak untuk menghasilkan listrik.
“Kami akan menghadapi tantangan dan kesulitan yang cukup besar. Namun, ini tidak akan lama. Dalam beberapa bulan mendatang, sekutu asing kami akan membantu kami. Mereka telah menjanjikan dukungan,” kata dia.





