Editor 23 Oktober 2020

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa hampir 5.000 orang telah tewas dalam pertempuran antara Azerbaijan dan pasukan Armenia memperebutkan wilayah Nagorno-Karabakh yang disengketakan.

Berdasarkan informasi yang dilansir portal berita BBC, data ini jauh lebih tinggi dari angka kematian yang diumumkan oleh kedua belah pihak.

Putin mengatakan bahwa dia berbicara kepada kedua belah pihak beberapa kali sehari, dan tidak akan memihak dalam konflik.

Sejak perang pecah pada bulan Agustus lalu, Rusia telah berinisiasi mendorong ke dua pihak melakukan gencatan senjata demi kemanusiaan. Namun seruan dan mediasi yang dilakukan Putin tersebut tak mempan. Perang terus berlanjut hingga saat ini.

Armenia dan Azerbaijan saling menuduh melanggar gencatan senjata kemanusiaan di Nagorno-Karabakh.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*