Kerajaan Arab Saudi secara resmi mengumumkan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1443 Hijriyah dengan total jemaah 1 juta orang. Pengumuman ini dikeluarkan melalui Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi.
Pemerintah Indonesia menyambut positif pengumuman terbaru dari Pemerintah Arab Saudi ini. Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan rasa syukur atas kepastian berangkatnya jemaah haji Indonesia tahun ini.
“Syukur Alhamdulillah, jemaah haji Indonesia bisa berangkat tahun ini. Ini kabar yang sangat ditunggu jemaah haji tanah air,” tegas Menag di Jakarta.
“Kita akan optimalkan berapapun kuota nanti yang diberikan untuk Indonesia. Bahkan kalau bisa kita akan upayakan agar Indonesia bisa mendapat tambahan, misalnya dari kuota negara lain yang tidak terserap.” Lanjutnya.
Dirjen Penyelenggaraan haji dan Umrah Hilman Latief menegaskan, “Kita akan bergerak cepat untuk melakukan persiapan. Biaya haji juga akan segera kita finalisasi dengan Komisi VIII DPR.”
Menteri Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi dalam suratnya menyebutkan beberapa ketentuan jemaah haji tahun ini.
- Haji tahun ini terbuka untuk mereka yang berusia 65 tahun dan telah menerima vaksin lengkap Covid-19 yang disetujui Kementerian Kesehatan Saudi.
- Jemaah yang berasal dari luar Kerajaan wajib menyerahkan hasil tes PCR negatif Covid-19 yang dilakukan dalam waktu 72 jam sebelum keberangkatan ke Arab Saudi.
(Sumber : www.kemenag.go.id )





