Editor 7 Februari 2023

Fenomena masyarakat modern awal juga mula dari pewarnaan atau konfigurasi model-model kehidupan bernegara di era kontemporer. Tak hanya melahirkan Smith yang meligitamasi masyarakat dan sistem ekonomi kapitalisme yang sedang berlangsung seiring industrialisasi di Barat, tapi juga melahirkan bapak sosialisme, Karl Marx dengan karya besarnya, Das Kapital.

Sistem produksi pada dunia industri melahirkan struktur ekonomi yang melahirkan pula kelas sosial. Mereka yang menguasai modal dan alat kapital disebut borjuis oleh Marx. Mereka konsumtif dan memperkaya diri. Sementara dibawah mereka ada para pekerja atau buruh didaulat Marx sebagai kaum proletariat. Mereka hidup dari upahnya sebagai pekerja pabrik, cukup kebutuhan sehari-hari saja, tak punya keuntungan secara ekonomi.

Pemikiran Smith dan Karl Marx yang membentuk corak negara-negara dunia saat ini. Ada mereka yang dikenal sebagai negara liberal, menganut kapitalisme modern. Ada pula yang sosialisme modern. Varian dari keduanya juga ada, yaitu sosial demokrat.  Dan, di luar itu, model negara monarki juga masih bertahan.

Di beberapa abad lalu, pemikiran bahwa masyarakat yang dimaksud Smith di luar dari masyarakat yang diimpikan Marx, yaitu masyarakat sosialis. Tapi tampaknya, itu tak berlaku hari ini.

Sosialisme yang dalam ajaran Marx sebagai antitesa terhadap kapitalisme, pada praktiknya, kini juga telah lebih layak disebut sosialis kapitalis. Barangkali, negara yang paling dekat mewakili pikiran Marx yaitu negara berhaluan komunis seperti Rusia, Cina, Vietnam, dan beberapa negara di Amerika latin.

Bisa kita lihat, bagaimana tatanan ekonomi dan sosial masyarakat Cina misalnya. Kita semua bisa menyaksikan, bagaimana negara yang dikenal sebagai raksasa ekonomi dunia itu berkembang saat ini. Apakah di sana,  kapital dapat diakses secara setara oleh kaum proletariat? Tentu tidak.

Mungkin! Kondisi inilah yang dimaksud oleh Ross bahwa masyarakat modern dengan moralitasnya yang bias, sesungguhnya berada dalam bayang nihilisme. Apakah itu masyarakat di negara demokrasi nan liberal, komunis, monarki absolut, yah… sama saja. An sich, hidup adalah pemenuhan kebutuhan manusia sebagai individu.

Meskipun menjadi pribadi yang kaya tak dilarang. Namun, seringkali sebagai komunitas sosial, tanggung jawab sosial yang kolektif dibutuhkan. Tanggungjawab sosial sebagai manusia yang dalam ajaran Islam misalnya, dikenal sebagai konsep zakat.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*