Semua bentuk percakapan yang terjadi antar personal anggota komunitas wajib tertata dengan baik. Salah menyampaikan pesan, boleh jadi menimbulkan persepsi berbeda dengan yang dimaksud. Alih-alih untuk kebaikan, bisa jadi malah membuat ketersinggungan dengan lainnya.
Hal ini menghajatkan anggota komunitas untuk bisa lentur dalam interaksi. Jika ada salah satu saja yang tumpul atau bahkan runcing dalam percakapan, maka boleh jadi kehangatan tak pernah tercipta. Al hasil, mungkin ini salah satu faktor penyebab jika terdapat member yang leave grup.
Komunikasi Publik
Komunikasi publik adalah bentuk komunikasi keluar komunitas yang menyampaikan misi ke masyarakat umum. Atau singkatnya menyampaikan pesan ke orang dalam jumlah banyak (lebih dari satu). Misalnya, seseorang menyampaikan pesan layanan masyarakat tentang dampak covid-19. Bahwa covid-19 itu berbahaya. Dapat berkembang biak dan menyebar dengan cepat kepada siapa saja. (Baca Juga :
Sehingga harus dilakukan protokoler kesehatan untuk meminimalisir penyebaran, dengan menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan. Penyampaian pesan ke khalayak tersebut akan bisa diterima baik oleh masyarakat, apabila cara komunikasinya tepat. (Baca Juga : Agensi Santri untuk Bangsa Indonesia)
Bahasa yang lugas, intonasi yang tepat, volume yang tidak memekakkan telinga dan lain-lain. Butuh cara-cara ramah dalam penyampaiannya. Jika komunikasi ini berlangsung dengan baik, maka komunitas yang terbentuk menjadi mudah diterima masyarakat luas.





