Editor 29 September 2025

Celebesupdate.com, Makassar-Empat pilar terdiri dari Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 , Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) . Pancasila adalah dasar dan ideologi negara yang menjadi kerangka bagi penyelenggaraan negara di berbagai bidang. Sebagai ideologi, Pancasila merupakan nilai etik dan basis moral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Lalu UUD 1945 adalah dasar konstitusi dalam penyelenggaran negara yang memuat garis-garis besar tujuan berdirinya negara Indonesia, yaitu melindungi dan mensejahterakan rakyat Indonesia. Pilar keempat, Bhinneka Tunggal Ika atau berbeda-beda tetap satu adalah falsafah kehidupan berbangsa yang menjunjung tinggi toleransi dan persatuan.

Meski secara realitas, masyarakat Indonesia berbeda-beda dari aspek suku, bahasa, budaya dan agama, tapi mereka tetap satu dalam semangat saling menghargai satu dengan lainnya. Dan terakhir, pilar kelima yaitu Indonesia sebagai negara republik berbentuk kesatuan berdasarkan Pasal 1, ayat 1 UUD 1945.

Empat pilar atas dipresentasekan tuntas oleh anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia (RI), Hj Meity Rahmatia dalam sosialisasi di Makassar, Senin 29 September 2025. Bertempat di salah satu hotel di bilangan Jalan Andi Pangeran Petta Rani, Meity mengajak masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel) senantiasa menanamkan rasa persatuan dan kesatuan.

“Konsep persatuan dan kesatuan ini mesti tertanam dalam cara berpikir dan berperilaku kita sehingga Indonesia akan terus berkembang sebagai negara yang makmur dan eksis terus di masa depan,” ungkapnya.

Meity yang terpilih ke DPR RI dari wilayah Sulsel pada pemilihan legislatif 2024 lalu, menambahkan bahwa paradigma ini terutama harus  terbangun di daerah-daerah. “Kita di daerah adalah bagian tak terpisahkan dari NKRI,” imbuhnya.

Menurutnya, daerah propinsi yang berdiri di atas pulau-pulau ibarat bangunan yang saling melengkapi satu dengan lainnya. Terlebih daerah Sulsel yang dikenal sebagai arena perjuangan dalam mewujudkan kemerdekaan Indonesia di masa lalu.

“Para bangsawan-bangsawan, pelajar dan laskar di Sulsel dikenal pemberani. Di masa lalu, mereka memperjuangkan kemerdekaan ini bahkan sampai ke tanah-tanah seberang. Perlawanannya itu terpelihara hingga pada tahun 1945, rakyat Indonesia merasakan kemerdekaan dari penjajah,”jelasnya.

“Indonesia tanpa Sulsel itu seperti bangunan rumah tanpa dinding. Tidak utuh sebagai rumah,” pungkasnya kemudian.

 

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*