Editor 21 Februari 2021

Transformasi pola pikir dan perilaku

Covid-19 mengharuskan semua pihak untuk  berkolaborasi, bersinergi dan berinovasi beriringan dengan protokol kesehatan serta upaya pemulihan kesehatan dan ekonomi. Tidak banyak indikator yang mampu menggambarkan transformasi pola pikir dan perilaku sebuah bangsa. Salah satu indikator yang menjadi tolak ukur dalam kolaborasi dan sinergi  adalah Indeks Demokrasi Indonesia (IDI). IDI adalah sebuah ukuran untuk menggambarkan kehidupan berdemokrasi dalam 3 aspek, yaitu kebebasan sipil, hak-hak politik dan lembaga demokrasi. Pola pikir kolaborasi dan sinergi adalah ciri demokrasi yang baik.

Data terakhir IDI tahun 2019 menunjukkan nilai 74,92 dalam skala 0-100. Hal ini berarti kinerja demokrasi berada pada skala sedang dalam batas atas.  Ada 6 indikator yang perlu perbaikan karena nilainya di bawah 60 yaitu, ancaman/penggunaan kekerasan oleh masyarakat yang menghambat kebebasan berpendapat, persentase perempuan terpilih terhadap total anggota DPRD, demonstrasi/mogok yang bersifat kekerasan, perda yang merupakan inisiatif DPRD, rekomendasi DPRD kepada eksekutif dan upaya penyediaan informasi APBD oleh Pemda. Rendahnya keenam indikator ini menjadi sinyal bahwa semangat kolaborasi dan sinergi masih perlu ditingkatkan.       Indeks Inovasi Global tahun 2020 menempatkan Indonesia di posisi 85 dari 131 negara, jauh di bawah negara Thailand (44), Vietnam (42) dan Malaysia (33).  Pilar institusi, sumber daya manusia (SDM) dan penelitian serta kecanggihan bisnis menjadi penyebab lemahnya inovasi.

Transformasi perilaku adaptasi terhadap penerapan protokol kesehatan juga tak boleh diabaikan. Perilaku jaga jarak adalah protokol kesehatan yang paling banyak di langgar.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*