Editor 10 Maret 2025

Setelah itu saya meminta bantuan Pak Ridwan untuk menyebarkan “mujizat” ini kepada semua dosen dan karyawan kami yang jumlahnya sekitar 1000an dengan berbasis fakultas. Beliau bersedia dan itu “percuma”, bahasa malaysia dari gratis. Sampai sekarang banyak dosen secara berkelompok masih meminta Pak Ridwan mengajari cara berkomunikasi dengan ChatGPT. Hasilnya sangat tidak “percuma” Bahasa Indonesia lainnya dari “sia-sia”. Banyak dosen yang mulai menggunakannya untuk kepentingan penambahan wawasan.

Tujuan awal saya waktu itu, bagaimana para dosen yang berperan di masyarakat sebagai muballigh memiliki keluasan pengetahuan dengan alat AI ini. Termasuk yang saya bayangkan adalah kebaruan pengetahuan, ide-ide menarik, koneksitas keilmuan, penguatan wawasan multidisipliner dan tentunya cerita-cerita inspiratif dan humor yang diangkat dari realitas sosial masyarakat.

Rupanya dari ChatGPT, kita bisa mendapatkan informasi apa saja yang kita butuhkan dan serumit apapun yang kita tanyakan, ia mampu memberi uraian dengan jelas, tertata, sistematis poin per poin dan penjelasannya mudah dimengerti. Kalau kita minta dalil ayat atau hadis, seketika itu bisa disiapkan. Syaratnya hanya satu, asal kita mampu memberikan “prompt” (pengingat) yang jelas untuk mengeluarkan memori terbaiknya.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*