Editor 3 September 2025

Celebesupdate.com, Makassar- Unjuk rasa memprotes pemerintah pusat di Kota Makassar-Jumat, 29 Agustus 2025,  meninggalkan duka yang dalam bagi sebagian masyarakat di Sulawesi Selatan. Aksi massa yang berakhir dengan pembakaran gedung DPRD Kota Makassar dan DPRD Propinsi Sulawesi Selatan tersebut menelan 5 korban jiwa.

Empat korban meninggal akibat kebakaran yang terjadi di DPRD Makassar. Masing-masing adalah Kepala Kesejahteraan Rakyat (Kasi) Kecamatan Ujung Tanah, Syaiful Anwar (43); Anggota Satpol PP, Budi Haryadi (30); Fotografer Humas DPRD Makassar, Muhammad Akbar Basri alias Abay (26) dan staf anggota DPRD dari PDIP, Sarinawati (25). Para korban terjebak di lantai 3 gedung dewan saat dilalap api.

Sementara seorang lagi, Rusdamdiansyah (25) merupakan warga yang dikeroyok massa saat berlangsung demo di depan Universitas Muslim Indonesia Makassar, Jalan Urip Sumihardjo- Jumat Sore, 29 Agustus 2025. Belum diketahui pasti pelaku pengeroyokan. Namun sejumlah saksi sebagaimana dilansir sejumlah media menyebut, sebelum ditemukan tak berdaya, korban sebelumnya diteriaki pengunjuk rasa, intel.

Lalu siapakah yang bertanggungjawab atas peristiwa tragis ini? Kepolisian daerah Sulsel sejauh ini masih menggelar penyidikan. Mereka menyebut telah menangkap dan menahan 10 orang tapi belum dibeberkan peran masing-masing pelaku.

Unjuk rasa pada Jumat lalu digelar oleh mahasiswa dari beberapa kampus di Makassar. Massa sebelumnya terlihat bergerak dari arah kampus UNM Gunung Sari, sebagian dari arah Jalan Alauddin Makassar. Mereka memusatkan aksi ke depan gedung DPRD Kota Makassar. Namun sore menjelang malam, situasi tidak terkendali. Aksi yang sebelumnya berlangsung tertib, berubah anarkis. Pendemo tampak tumpah ruah ke sepanjang di Jalan Andi Pangerang Pettarani. Jumlahnya juga lebih banyak dari yang terpantau sebelumnya.

Aksi anarkis mulai berlangsung di ujung Pettarani- Alauddin. Pendemo membakar pos Polisi Lalulintas yang terletak di taman tengah jalan. Kemudian merembes ke DPRD Makassar. Massa memaksa masuk gedung DPRD, merusak fasilitas dan membakar kendaraan yang terparkir di halaman.

Anarkisme ini sangat disayangkan. Terlebih harus menelan korban nyawa. Padahal, mulanya aksi tentang tunjangan rumah anggota DPR RI ini mendapat apresiasi masyarakat luas. Aksi ini dianggap mewakili keresahan rakyat Indonesia yang merasa negara tidak adil dengan memberikan banyak fasilitas bagi anggota DPRD di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang sulit.

Hal ini sebagaimana terpotret di laman warga Makassar baik di FB maupun di platfom media sosial lainnya. Mereka ikut mengecam pernyataan beberapa anggota DPR RI dari kalangan artis dan polistisi Partai Nasdem, Ahmad Sahroni yang seakan-akan memandang sepele protes dari masyarakat.

Namun  menyusul anarkisme ini, masyarakat kemudian menghimbau agar aksi dilakukan dengan damai tanpa merusak fasilitas umum. “Sayang sekali, gedung DPRD bernilai miliaran rupiah. Setelah terbakar, dibangun lagi dengan APBD bernilai miliaran yang diambil dari pajak rakyat,” celoteh netizen, warga Makassar di laman FB.(*)

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*