
Afganistan hari ini, menggiring sejenak memori kita ke Vietnam, ke tanggal 29 Maret 1973. Itu adalah hari terakhir pasukan Amerika Serikat dan sekutunya di Vietnam Selatan. Mereka angkat kaki, setelah kurang lebih delapan tahun melakukan intervensi militer berdarah-darah di negeri Paman Ho itu_sebutan akrab bagi pemimpin kemerdekaan Vietnam, Ho Chi Minh.
Jalan politik melalui perjanjian damai terpaksa diambil Amerika karena diunjuk rasa oleh warga negaranya sendiri. Orang Amerika mulai menyadari dampak perang dan kemanusiaan dari perang Vietnam yang tak sedikit.
Ribuan orang tua di negara itu merelakan anak mereka mengikuti wajib militer. Mereka turut ambil bagian dalam operasi militer melawan geriliawan ke hutan-hutan wilayah selatan Vietnam, namun tak kembali. Beberapa sumber menyebut, korban Amerika yang tewas di Vietnam mencapai 58,315 pasukan dan 153,303 yang terluka.
Di Vietnam, Amerika harus meninggalkan sekutu mereka sendirian melanjutkan peperangan, yaitu pasukan pemerintahan republik Vietnam Selatan yang anti komunis, tepatnya pada pemerintahan di bawah partai komunis yang didirikan Ho Chi Minh di Vietnam Selatan.
Tak ada resolusi konflik antara Selatan dan Utara sejak Amerika pergi. Perang terus berkecamuk hingga pada 30 April 1975 pasukan Vietnam Utara merebut Ibu Kota Vietnam Selatan, Saigon. Vietnam kini dikenal sebagai negara komunis. Jejaknya sebagai negara republik di Vietnam utara tak tersisa sama sekali. Saigon dikenal sebagai kota besar, Ho Chi Minh City.
Apakah Afghanistan akan Serupa Vietnam?





