Editor 19 November 2021

“Nah, pertanyaannya. Yang disubsidi ini, mobil Alpard, Xpander, atau plat kuning? Banyak ditemui di lapangan seperti itu. Hanya saja kan, kami tidak punya hak melarang. Hanya Pertamina yang memiliki kewenangan itu.”

“Pertalite sangat memberatkan buat para sopir. Di sisi lain, penumpang sangat berkurang di masa pandemi. Mau tak mau, penyesuaian tarif harus dilakukan. Dan, dilakukan secara proporsional atau secukupnya karena situasi pandemi saat ini yang melemahkan daya beli masyarakat. Jadi supir hanya berusaha bertahan hidup saja di masa pandemi ini. Yang penting bisa beli kebutuhan keluarga dalam sehari,” terangnya.

Aksi para supir yang memaksa penyesuaian tarif sebenarnya bak buah simalakama. Di masa pandemi Covid 19 ini, daya beli masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah juga tengah terpuruk sehingga kenaikan tarif angkutan bisa menjadi beban baru bagi mereka.(*)

 

 

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*