Celebesupdate.com, Jeneponto, Sulsel-Matahari sudah mendekati ufuk barat ketika rombongan anggota Komisi XIII, Dr Hj Meity Rahmatia tiba Desa Bontomanai, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto pada Minggu (7/12/2025). Suasananya di desa ini terasa sejuk. Dimana-mana, tanaman tumbuh menghijau. Halaman-halaman rumah warga didominasi pohon mangga yang berbuah lebat. Pertanda, Rumbia ini memiliki tanah yang subur.
Kedatangan politisi dari Partai Keadilan Sejahtera ke desa ini bertujuan meninjau perkembangan bedah rumah yang ia salurkan sebelumnya. Dan kehadirannya ini, sangat disambut baik oleh warga.
Tak sedikit bahkan, ada yang menantinya sejak pagi dan siang. “Sejak pagi tadi saya menunggu kedatangan ibu dewan. Tapi rupanya, menjelang sore baru tiba karena beliau punya agenda kunjungan rumah tahanan di Kota Jeneponto sebelumnya,” ungkap Haji Lallo, salah satu tokoh masyarakat setempat.
Rumbia dikenal salah satu daerah di kaki gunung Lompobattang, penghasil komoditas sayuran, tomat, cabe dan berbagai hasil perkebunan lainnya. Sebagian masyarakat di wilayah ini memiliki perekonomian yang cenderung lebih baik. Namun, tak sedikit pula yang masih terbilang menengah bawah.
Yang tergolong belum mampu, umumnya adalah kalangan masyarakat yang tak memiliki tanah garapan dan hanya berprofesi sebagia buruh tani. Dan perbedaan mencolok kehidupan ekonomi ini bisa dilihat dari rumah yang mereka miliki.
Hunian warga di Rumbia sebagian besarnya masih berupa rumah panggung. Tak sedikit, warga menempati rumah jenis itu dari warisan orang tua. Rumah ini sangat memerlukan perawatan dan renovasi berjangka. Namun, karena kehidupan ekonomi pemiliknya yang belum ideal, seringkali kondisi rumahnya sangat memprihatinkan. Tiang-tiang dan dindingnya mulai lapuk. Kadang atapnya juga mulai bocor. Ada yang bahkan mulai miring dan sisinya ditopang dengan bantuan bambu atau balok kayu.
Daeng Manai (50), salah satu warga di Desa Bontomanai yang turut merasakan kondisi ini. Rumah panggungnya yang didirikan sejak puluhan tahun lewat mulai lapuk. Sebagian besar atap-atapnya mulai bocor. Ia sangat ingin memperbaiki rumahnya itu agar lebih layak ditinggali bersama istri dan anak-anaknya. Tapi sayangnya, pendapatannya sebagai buruh tani belum cukup untuk mewujudkan keinginannya tersebut.
Beruntung, Daeng Manai akhirnya terpilih sebagia salah satu peserta bedah rumah yang disalurkan oleh Meity. Saat ditemui di rumahnya, ia mengakui sangat bersyukur dan merasa sangat terbantu oleh perjuangan anggota dewan tersebut.
“Perjuangan ibu Meity yang memasukkan program ini ke desa kami sangat membantu. Saya sangat berterima kasih atas usaha beliau,” katanya.
Hal sama juga dirasakan Adasia (48). Ibu rumah tangga yang juga turut bertani dan berkebun dengan suaminya itu, mengatakan usaha Meity memasukkan program bedah rumah ke Rumbia benar-benar membantu warga untuk memiliki rumah yang layak huni. Sebelumnya, rumahnya sudah dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.
“Sudah lapuk semua bahannya. Tapi akhirnya sudah bagus. Alhamdulillah. Saya sangat mengrapresiasi usaha ibu Meity,” ungkapnya.
Lanjut Adasia. Di wilayah pegunugan, kata dia, diperlukan rumah panggung yang kokoh agar tidak mudah roboh bila diterjang angin kencang. “Mulai dari tiang, dinding hingga atapnya,” imbuhnya.
Ia berharap, bantuan bedah rumah lebih massif pada masa akan datang. “Semoga tahun depan tambah banyak,” ungkapnya.
Sementara itu, Meity mengatakan, ia sangat bersyukur karena perjuangannya dalam program bedah rumah ini diapresiasi oleh banyak pihak. Hasilnya pun dirasakan langsung oleh masyarakat. Ia berharap pula, pada tahun berikutnya, dirinya bisa memperjuangkan program ini dalam jumlah yang lebih banyak.
“Jadi, saya berharap program ini dapat menyentuh warga-warga yang kurang mampu lainnya di seluruh wilayah Kabupaten Jeneponto,” pungkasnya.





