Penyebab dismenore primer masih belum sepenuhnya dipahami. Saat ini, penyebab dismenore primer adalah peningkatan produksi prostaglandin disamping banyak faktor lain yang juga berperan penting dalam persepsi dan tingkat keparahan nyeri haid ini.
Produksi prostaglandin yang berlebihan akan merangsang kontraksi rahim yang berlebihan pula. Kontraksi rahim akan semakin sering dan semakin kuat diikuti oleh rasa nyeri yang semakin bertambah.
Produksi prostaglandin dikendalikan oleh progesteron, salah satu hormon dalam menstruasi. Progesteron akan mencapai kadar puncak setelah adanya pelepasan sel telur/ovum dari indung telur, selanjutnya kadarnya akan dipertahankan apabila terjadi pembuahan.
Saat tidak ada pembuahan, kadar progesteron pun ikut menurun sampai titik paling rendah sesaat sebelum keluarnya darah haid. Kadar progesteron yang drop ini akan memicu kenaikan produksi prostaglandin.
Inilah alasan mengapa dismenore hanya terjadi pada siklus menstruasi yang didalamnya terdapat proses ovulasi (pengeluaran sel telur/ovum). Ini juga menjelaskan kejadian dismenore segera setelah menarche (haid pertama kali) dan berespon baik pada terapi yang menghambat proses ovulasi. Dismenore ini biasanya terjadi 6-12 bulan setelah menarche.
😰 Dismenore Sekunder 😰
Dismenore sekunder merupakan nyeri haid yang lebih berhubungan dengan penyakit kandungan. Ia erat kaitannya dengan endometriosis dan adenomiosis, dua penyakit yang sangat berhubungan dengan siklus haid.
Penyakit atau kondisi umum lain terkait dismenore sekunder meliputi mioma, polip endometrium, Pelvic Inflammatory Disease (PID) / radang panggul, penggunaan IUD atau kontrasepsi dalam rahim.





