Editor 24 Desember 2020

Kita semua tahu, batu itu keras. Namun dengan tetes demi tetes, yang semula keras mampu pula hancur. Begitu pula hati, sekeras apapun ia, pasti akan luluh juga tatkala ada panggilan nurani. Seperti yang terjadi di akhir bulan Desember ini, dimana hujan deras disertai angin kencang menerpa rumah-rumah warga. Ada yang atapnya terbang, ada yang rumahnya tergenang air, ada yang tidak bisa menyalakan kompor untuk sekedar membuat air panas, ada yang perkakas rumahnya hancur, dan lain-lain. Siapapun yang melihat kejadian tentu terketuk hatinya untuk bisa berempati meski hanya dengan sebungkus nasi pengganjal perut lapar di malam hari.

Romang Tangayya, adalah sebuah dusun di Kelurahan Tamangapa Kecamatan Manggala Kota Makassar yang dihuni oleh sekitar 200 kepala keluarga. Di musim hujan, dusun ini sudah seperti lautan, dimana sawah dan jalanan terendam air setinggi orang dewasa. Akses jalan sudah tidak bisa ditempuh dengan kendaraan. Satu-satunya cara untuk sampai di dusun tersebut dengan naik rakit sederhana. Kehidupan pun seperti terisolasi dengan dunia luar. Tidak ada pasar, sekolah, apalagi perkantoran. 

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*