“Kamu belum beriman sebelum kamu menyayangi yang lain. Para sahabat berkata,” Wahai Rasulullah, setiap kami menyayangi yang lain,” beliau bersabda,” Yang saya maksud bukanlah kasih sayang salah seorang di antara kamu kepada sahabatnya tapi kasih sayang yang bersifat umum,” (HR Tabrani)
Pada riwayat lainnya, beliau menyampaikan pesan yang sama : “Sayangilah siapa yang ada di bumi, niscaya yang di langit akan menyayangimu” (HR. Turmudzi)
Tentang kesetaraan dan kecintaan pada sesama manusia ini, Rasulullah mengulang-ulang pesannya kepada sahabat-sahabatnya di berbagai kesempatan. Sebagaiam pula diriwayatkan Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa dan harta kalian, tetapi Dia melihat kepada hati dan amal kalian.” (HR Muslim).
Lebih relevan lagi terhadap atas apa yang dialami Floyd, dan tindakan rasial secara umum, Rasulullah telah menegaskan kepada umatnya beratus tahun sebelum Amerika ada ;
Wahai sekalian manusia! Rabb kalian satu, dan ayah kalian satu (Nabi Adam). Ingatlah. Tidak ada kelebihan bagi orang Arab atas orang Ajam (non-Arab) dan bagi orang ajam atas orang Arab, tidak ada kelebihan bagi orang berkulit merah atas orang berkulit hitam, bagi orang berkulit hitam atas orang berkulit merah kecuali dengan ketakwaan. Apa aku sudah menyampaikan?” mereka menjawab: Iya, benar Rasulullah SAW telah menyampaikan.” (HR. Ahmad)
Singkatnya, kematian Floyd menarik perhatian dan keprihatinan kita bersama sebagai manusia. Bagi umat Islam, patutlah merenungkan kembali pentingnya mendudukkan secara kuat hakikat kemanusiaan pada ajaran tauhid. Terlebih saat ini, umat muslim di sejumlah negara juga tengah terjerumus ke dalam konflik yang menelan banyak korban jiwa. Mari merenungi Firman Allah SWT di dalam Al Quran ;
وَمِنْ ءَايَٰتِهِۦ خَلْقُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱخْتِلَٰفُ أَلْسِنَتِكُمْ وَأَلْوَٰنِكُمْ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍ لِّلْعَٰلِمِينَ
Artinya : Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikan itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui. (Ar Rum 22)
Baca Juga : Pilihan Kita : Jalan Alternatif, Jalan Tengah atau High Politics





