Demi menyaksikan langsung jagoannya tampil di debat, ibu dari 3 anak ini mengaku rela terbang dari Jakarta ke Makassar. “Menurut saya, momentum ini
sangat penting dalam tahapan pemilihan kepala daerah. Arah dan tujuan kepemimpinan, nilai-nilai yang diusung, idealisme, wawasan, dan semuanya terpotret di sesi ini. Karena itu, mauKa lihat jagoanku tampil. Setidaknya, saya bisa berbangga bahwa kandidatku memang layak dipilih oleh warga Makassar.”
“Kapasitas intelektual, wawasan, pengalaman dan keinginan kuat seorang calon pemimpin itu sangat penting dipertimbangkan oleh pemilih. Dan itu dimiliki oleh pasangan AMAN. Pasangan kandidat AMAN memiliki latar pendidikan yang baik, dan pengalaman di bidang profesional serta birokrasi yang sudah teruji. Mereka juga memiliki keinginan kuat untuk membangun Makassar dan warganya,”jelas Meity.
Meity juga menanggapi sejumlah opini yang berkembang akhir-akhir ini, yang menempatkan AMAN sebagai kandidat paling buncit di survey. Politisi muda yang kini menjabat sebagai bendahara di Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Majelis Permusyawaratan Rakyat RI tersebut menilai, survey yang dilakukan dan terburu-buru diungkap ke publik adalah upaya pembentukan opini politik. Tujuannya untuk mempengaruhi perilaku dan preferensi pemilih.
Baca Juga : Sah di Komisi XIII DPR, Meity Rahmatia akan Belajar Banyak Soal Hukum dan HAM
“Jadi itu bukan satu-satunya sumber valid. Karena survey itu dalam rangka mempengaruhi perilaku pemilih ke kandidat tertentu. Saya kira masyarakat sudah cerdas melihat fenomena survey ini. Lagi pula, di internal, kami juga memiliki survey yang mengukur progres elektabilitas kandidat dari hari ke hari. Alhamdulillah, elektabilitas AMAN terus meningkat dan peluang besar.”





