Editor 11 Juni 2022

Slogan FISIP Unhas “Bersama-Bersatu-Berjaya” menjadi penting untuk kita hadirkan dalam hari-hari kita. Bahwa, kejayaan tidak akan mungkin bisa diraih tanpa adanya kebersamaan dan persatuan. Maka, kebersamaan dan persatuan sebenarnya dapat kita maknai sebagai kontribusi dan sinergi demi tercapainya kejayaan bangsa dan kesuksesan warga bangsanya.

Adapun kata ‘pembangunan’ kendati sangat familiar di masa Orde Baru, masih tetap kita butuhkan dalam konteks pembangunan kapasitas manusia Indonesia sekaligus dengan pembangunan interkoneksi antarpulau di sepanjang Nusantara. Interkoneksi antarpulau menjadi penting, bahkan itulah yang menjadi pendorong kemajuan kita sebagai bangsa yang bersatu, berdaulat dan bervisi besar menciptakan bangsa adil dan makmur.

Interkoneksi ini tidak hanya cukup secara fisik, tapi harus dibarengi dengan interkoneksi jiwa sebagai warga bangsa. Artinya, alumni antropologi yang saat ini berkiprah dalam berbagai bidangnya perlu disatukan dalam interkoneksi wadah alumni untuk selanjutnya disinergikan kontribusinya bagi kemajuan almamater, Sulsel dan bangsa Indonesia.

Dalam suatu kesempatan, Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie pernah menyatakan bahwa para sarjana harus bisa bersinergi meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dalam pandangan beliau, sumber daya alam bisa habis, akan tetapi sumber daya manusia yang berkualitas tidak akan pernah habis. SDM berkualitas akan melahirkan manusia berkualitas pula yang dampaknya adalah kejayaan bangsa Indonesia secara umum.

Alumni Antropologi Unhas penuh dengan SDM berkualitas. Mereka telah berkiprah dalam berbagai sektor publik dan swasta. Sudah saatnya melalui Mubes Alumni Antropologi FISIP Unhas ini segenap potensi tersebut disinergikan untuk memberikan kontribusi bagi pengembangan Antropologi Unhas, Sulsel, dan bangsa secara keseluruhan.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*