Editor 25 Oktober 2021

Aksi tembak menembak sempat berlangsung selama beberapa jam hingga akhirnya pasukan Lebanon hadir untuk menengahi dan mencari pelaku penembakan.

Menanggapi serangan ini pimpinan Hezbollah, Sayyid Hasan Nasrallah melalui siaran persnya menuding Partai Pasukan Lebanon dari kalangan Kristen sebagai pelakunya. Ia menilai, partai tersebut tengah berupaya menciptakan perang sipil di Lebanon. Hasan Nasrallah selanjutnya mengungkapkan bahwa mereka, saat ini memiliki 100 ribu petempur dengan senjata lengkap yang siap diperintahkan angkat senjata bila dalam keadaan terdesak.

Tokoh yang diincar Israel tersebut meminta pemerintah untuk menangkap para pelaku agar tidak menimbulkan konflik lebih lanjut.

Lebanon sudah mengalami krisis politik dan ekonomi akut dalam dua tahun terakhir. Dimulai dari aksi unjuk rasa oleh warga Lebanon dua tahun lalu. Mereka menuntut kebijakan politik dan pemerintahan serta susunan kabinet dibebaskan dari kepentingan politik sektarian agar pembangunan ekonomi bisa berlangsung dengan baik.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*