Editor 25 Oktober 2021

Unjuk rasa ini juga mendesak mundurnya perdana menteri Saat Hariri karena dianggap gagal dalam pemerintahan. Terjadi kekerasan di jalan-jalan sehingga mendorong tokoh politik yang dikenal sebagai pengusaha tersebut mengundurkan diri dari jabatannya sebagai perdana menteri.

Mirisnya, Saad Hariri merupakan representase Islam Sunni. Pasca perang saudara di Lebanon, faksi-faksi yang bersaing di negara tersebut sepakat membagi kekuasaan yang mana perdana menteri dijabat oleh perwakilan Islam Sunni, presiden oleh kristen dan ketua parlemen dipegang oleh perwakilan Syiah.

Pasca mundurnya Hariri, kondisi ekonomi dan politik bukannya membaik.  Kebuntuan politik terjadi. Pemerintahan berlangsung pincang karena kursi PM yang kosong. Aksi unjuk rasa juga tak pernah sepi dari jalan-jalan di Lebanon.

Keprihatinan atas kondisi ini tak hanya dirasakan oleh orang-orang Lebanon. Sejumlah tokoh politik dari luar juga berusaha memecahkan masalah tersebut dengan melakukan intervensi ke Lebanon. Di antaranya Presiden Perancis, Emmanuel Macron. Ia mengkritisi para pejabat Lebanon yang tidak serius mengedepankan kepentingan masyarakatnya. Mencoba mengatasi kebuntuan politik ini, ia menekan pemerintahan Aoun untuk segera membentuk kabinet.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*