Editor 16 Desember 2025

Celebesupdate.com, Makassar-Tantangan nasionalisme di Indonesia dalam era digital semakin kompleks seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi. Di satu sisi, digitalisasi membuka akses informasi yang lebih luas dan cepat, memperkuat semangat kebangsaan melalui berbagai platform media sosial dan forum daring. Namun, di sisi lain, internet juga menjadi ruang bagi munculnya fenomena yang bisa melemahkan nasionalisme, seperti penyebaran informasi palsu (hoaks), polarisasi sosial, dan penurunan nilai-nilai kebangsaan yang tergerus oleh pengaruh budaya asing.

Masalah ini dijelaskan oleh Dr Hj Meity Rahmatia, anggota MPR RI asal Sulawesi Selatan, dalam Sosialisasi Empat Pilar yang berlangsung di Hotel Grand Town, Jalan Pengayoman, Kota Makassar pada Senin sore, (15/12/2025).

Menurutnya, perkembangan media sosial, misalnya, memungkinkan warganet dari berbagai daerah untuk berinteraksi secara bebas. Namun, kebebasan ini juga membawa risiko terjadinya perpecahan antar kelompok.

Polarisasi politik yang semakin tajam di Indonesia, dipicu oleh beredarnya konten-konten yang provokatif, sering kali melibatkan isu SARA dan memecah belah kesatuan bangsa. Masyarakat yang terpolarisasi justru lebih mudah terpengaruh oleh konten yang lebih condong pada kepentingan kelompok tertentu, yang dapat mengurangi rasa persatuan dan kesatuan yang menjadi fondasi nasionalisme.

Selain itu, lanjut politisi dari Partai Keadilan Sejahtera itu, di era digital,  banyaknya informasi yang tersedia juga menghadirkan tantangan dalam menjaga kualitas pendidikan kewarganegaraan. Meskipun pendidikan bisa dijangkau secara daring, banyaknya informasi yang tidak terfilter mengarah pada penurunan pemahaman terhadap nilai-nilai luhur bangsa. Generasi muda yang seharusnya menjadi penjaga dan penerus nasionalisme justru cenderung terjebak pada hiburan semata, mengabaikan sejarah dan budaya bangsa, serta kurang memahami pentingnya menjaga keberagaman yang menjadi ciri khas Indonesia.

Salah satu tantangan terbesar adalah bagaimana cara mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memanfaatkan teknologi secara positif dan bertanggung jawab. Peran pemerintah, lembaga pendidikan, serta media sosial sangat krusial dalam memberikan pembelajaran yang bisa memupuk semangat nasionalisme.

“Penyuluhan tentang pentingnya memahami budaya Indonesia, kearifan lokal, termasuk penanaman nilai-nilai Empat Pilar ini dalam rangka menjaga integritas bangsa harus dilakukan secara berkelanjutan. Termasuk dengan memanfaatkan melalui platform digital,” jelasnya.

Sisi positif platfom digital sebagai arena sosial baru yang luas, lanjut politisi perempuan tersebut, merupakan  peluang yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat nasionalisme di era digital. Teknologi, katanya, memungkinkan terciptanya berbagai konten kreatif yang mengangkat nilai-nilai kebangsaan dengan cara yang lebih menarik dan mudah iakses oleh masyarakat.

“Penggunaan media sosial sebagai sarana untuk menyebarkan pesan-pesan positif tentang keberagaman, persatuan, dan patriotisme bisa menjadi kekuatan besar. Nilai-nilai empat pilar dengan mudah disebar. Dikemas melalui pesan yang menyesuaikan dengan selera Genzi sehingga era digital ini juga bisa menjadi sarana untuk memperkuat rasa nasionalisme, bukan justru melemahkannya,” terangnya.

Meity berharap, masyarakat Makassar adalah masyarakat yang bisa memanfaatkan platform digital secara bijak. Dan merupakan bagian dari masyarakat patriotik yang tak henti menyebarluaskan rasa nasionalisme. “Bangga berbangsa dan bernegara Indonesia yang sama-sama kita cintai ini,” imbuhnya.

Pemaparan tentang empat pilar di era digital ini merupakan yang kedua dilakukan Meity. Dalam diskusi yang dihadiri oleh peserta berbeda pada sesi sebelumnya, ia juga menekankan Empat Pilar, yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Falsafah Bhinneka Tunggal Ika adalah  pondasi moral atau kekuatan utama yang dapat membendung pengaruh negatif dari luar di era digital.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*