Editor 14 Oktober 2020

Pertama, Firman Allah Subhana Wata’ala, “Dan ingatlah ketika Lukman berkata kepada anaknya di waktu ia menasehatinya, Wahai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah. Sesungguhnya syirik adalah benar-benar kezaliman yang besar”. (QS. Lukman: 13).

Dalam ayat di atas, Lukman menunjukkan sikap seorang bapak yang lemah lembut. Ia mengawalinya dengan memanggil sebutan yang indah dan menyejukkan bagi anaknya, Ya Bunayya (Wahai anakku). Anak mana sih yang tidak suka ketika dipanggil dengan panggilan yang lembut. Hal ini pun dapat Anda contoh. Semestinya Anda memanggil anak-anak dengan panggilan terbaik dan penuh kelembutan.

Selanjutnya, masih berdasarkan ayat yang sama, Lukman mengajarkan anak dengan hal yang fundamental dan urgen sebagai bekal bagi anaknya, yaitu tentang akidah. Akidah adalah hal pokok. Ia mengenalkan Tuhan Yang Maha Esa, Rabb semesta alam kepada anaknya. Ini sesungguhnya adalah tanggung jawab utama seorang ayah dan juga ibu. Nah, Ayah dan Ibu semestinya bersinergi dalam hal ini.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*