Editor 3 Januari 2021

BACA JUGA : Indonesia Diminta Afganistan Jadi Fasilitator Pertemuan Ulama Se-Asia

Tahun 2018, pasukan pemerintah dan pejuang selatan berhasil memukul mundur Houthi dari pinggiran Aden. Dengan dukungan serangan udara koalisi Arab, pemerintah Yaman bahkan menekan Houthi hingga pelabuhan strategis Hudaydah. Mereka terdesak dan menempuh langkah diplomasi hingga tercapai perjanjian Stockholm.

Perjanjian ini menempatkan Hudaydah di bawah pengawasan PBB, dan menghentikan serangan koalisi Arab dan pasukan pemerintah Yaman. Namun pada 2019-2020, serangan intensif pasukan pemerintah ke wilayah utara, terutama Ibu Kota Yaman, Sanaa, yang dikuasai Houthi melemah.

Di sejumlah front pertempuran sekitar Sanaa, seperti propinsi Maarib pasukan pemerintah dan pejuang suku yang mendukungnya mengalami kemunduran.

Pecah kongsi antara pemerintah Yaman dan koalisi pejuang selatan adalah faktor utama dari situasi tersebut.

Tahun 2019 pasca perjanjian Stockhlom dengan Houthi, Uni Emirat Arab mengurangi kehadiran langsung mereka di Yaman. Mereka menarik pasukan dan menjadikan Dewan Transisi Selatan sebagai perpanjangtangan mereka dalam proxi di Yaman.

Selanjutnya, UEA justru mendorong Dewan Transisi Selatan memisahkan diri dari pemerintahan Abdoul Mansour Hadi yang diakui PBB. Perpecahan tak terelakkan diawali pertempuran kedua kubu di Kota Aden.  Dewan Transisi Selatan mengambil alih benteng terakhir pemerintah dalam perang melawan Houthi itu.

UEA disebut-sebut kurang menyukai kehadiran partai Islah dalam kubu pemerintah Abdul Mansour Hadi. Partai Islah salah satu elemen kuat yang mendukung Mansur Hadi sampai hari ini dalam pertempuran melawan Houthi. Sayangnya, partai tersebut dianggap UEA bercorak Ikhwanul Muslimin.

Di sisi yang lain, Arab Saudi sebagai pemimpin koalisi Arab masih menunjukkan komitmen kuat mendukung pemerintah Yaman. Kekhawatiran UEA berusaha ditepisnya dengan mengundang pimpinan partai Islah pada 2019 ke Saudi. Putra Mahkota Arab berusaha keras menyatukan kembali dua poros, pemerintah Yaman dan Dewan Transisi Selatan dalam satu koalisi.

Hasilnya baru-baru ini dicapai dengan pembagian kekuasaan di dalam pemerintahan. Kedua kubu ini kembali bersatu, dan mungkin akan mengancam kembali posisi pasukan dan simpatisan sekte Houthi di sejumlah front pertempuran.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*