Editor 30 Mei 2024

Walau tak langsung. Jelas, statusnya itu bernada kritik. Ia melanjutkan tulisannya, “tapi sepertinya yang akan speak up lebih banyak ketimbang masalah UKT kemarin, karena Tapera akan menyasar semua pekerja di Indonesia.

Pendapatnya itu seperti banyak benarnya. Di rumah saja. Pagi-pagi. Sehari usai pengumuman bapak presiden , istri saya yang karyawan swasta di Makassar sudah celoteh serupa Kakaktua soal Tapera itu di ruang tengah.

Mengingat tidak ada moderator yang akan mengarahkan diskusi. Saya pilih menyimak saja dari balik pintu kamar.

Dan kembali ke facebook. Teman saya, jurnalis, bahkan telah membuat status dengan judul, “menghitung Tapera”. Ia menulis lumayan panjang, “taruhlan gaji Rp.5.000.000. Dipotong Tapera 3 persen, menghasilkan Rp. 1.800.000 per tahun.”

“Jika kita asumsikan seseorang bekerja pada usia 20 tahun, maka masa kerjanya 38 tahun karena pensiun pada usia 58 tahun. Pemotongan itu maksimal menghasilkan simpanan di Tapera Rp. 68. 400.000. Rumah tipe apa yang seharga itu pada tahun 2026?”

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*