Editor 1 April 2022

Komisi nasional untuk Perempuan mengungkap, 30 hingga 50 persen pemberitaan di media menyangkut perempuan. Mereka menemukan sebanyak 1210 berita tentang perempuan.Berita tentang kekerasan paling banyak, 346 berita, disamping berita tentang HAM umum 307 berita, upaya, 307 berita, perempuan berhadapan dengan hukum, 85 berita, diskriminasi dan pelanggaran ham berbasis gender, 84 berita, agency 57 berita, dan lainnya, 24 berita.

Hampir tiga perempat dari pemberitaan kekerasan tentang seksual. Tiga jenis kekekerasan seksual yang paling banyak diliput adalah perkosaan, 99 berita. Pelecehan seksual 30 berita dan kontrol seksual 26 berita.

Dalam beberapa tahun ini, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) juga sangat fokus mengamati arah wacana media, khususnya menyangkut keadilan gender. Penelitian AJI terakhir menunjukkan, masih rendahnya keberpihakan media terhadap perempuan. Hasilnya hampir sama dengan Komnas HAM, berkisar sekitar 30 persen berita di media mengenai perempuan. Namun umumnya hanya mengenai dua tema besar, “kekerasan dan sensualitas”.

Kekerasan sama dengan 22,05 persen, di luar berita tentang perdagangan perempuan 1,03 persen. Kondisi ini di luar eksploitasi massif terhadap perempuan lewat content iklan. Meski demikian, terjadi perubahan cukup signifikan. Media juga mulai membicarakan tentang peningkatan taraf hidup perempuan hingga 17,44 persen.

Di Makassar juga demikian. Perempuan di media nasional adalah miniatur besar perempuan di media lokal. Bahkan, lebih parah lagi mengingat berurat berakarnya budaya patriarki dalam sebagian besar masyarakat Makassar. Media sebagai ruang realitas ke dua, tetap saja memiliki framing yang sama terhadap perempuan seperti dalam kehidupan sehari-hari. Paradigma patriarki sangat dominan. Itu tercermin dari pemilihan angle, judul, lead berita, bahasa dalam setiap pemberitaan.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*