Editor 7 Desember 2020

Praduga Masalah Gizi

Pandemi Covid-19 memiliki dampak yang sangat signifikan pada kehidupan keluarga di  Indonesia. Sekitar 3 juta orang kehilangan pekerjaan atau mata pencaharian mereka, anak-anak tidak lagi dapat mengakses program pemberian makanan bergizi untuk anak sekolah dan beberapa keluarga berjuang untuk membeli makanan yang biasa mereka konsumsi. Orang-orang harus menghabiskan lebih banyak waktu di rumah dan mungkin akan terjadi perubahan konsumsi makan menjadi kurang beragam, serta meningkatnya konsumsi makanan olahan dan  berkurangnya  konsumsi makanan bergizi, termasuk buah-buahan dan sayuran segar. Keadaan saat ini dapat memperburuk situasi yang sebelumnya telah dihadapi banyak keluarga dalam mengakses makanan berkualitas yang terjangkau. Sistem dan rantai pasokan pangan saat ini terganggu karena pembatasan sosial. (United Nations Indonesia, 2020).

Selain masalah pada tingkat akses, daya terima dan konsumsi pangan di tingkat rumah tangga, masalah lain adalah kelompok balita rentan (<-2 Standar Deviasi). Daya tahan tubuh yang sangat rendah, balita gizi buruk sangat mudah terjangkit berbagai macam infeksi, termasuk infeksi Covid 19. Mereka menjadi kelompok rentan yang perlu mendapat perhatian khusus, dan mendapat penanganan yang cepat dan tepat hingga anak sembuh serta diharapkan tidak membawa dampak untuk tumbuh kembang selanjutnya. Balita gizi buruk mempunyai dampak jangka pendek dan panjang, berupa gangguan tumbuh kembang, termasuk gangguan fungsi  kognitif, kesakitan, risiko penyakit degeneratif atau penyakit tidak menular di saat dewasa serta meningkatkan risiko kesakitan dan kematian. (Kemenkes, 2020).

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Indonesia, khususnya Kelompok Kerja Ketahanan Pangan dan Gizi, yang terdiri dari FAO,  IFAD, UNFPA, WFP, WHO dan UNICEF, mengkhawatirkan  dampak  pandemi Covid-19 pada status gizi dari mereka yang paling terdampak, terutama mereka yang dari keluarga miskin dan rentan. Pada awal krisis, diperkirakan 2 juta anak balita di Indonesia mengalami wasting (gizi kurang), 7 juta anak stunting (kerdil) dan 2 juta lainnya kelebihan berat badan2, sementara 2.6 juta ibu hamil menderita anemia. Situasi saat ini memperburuk kesulitan yang dihadapi banyak keluarga untuk mengakses pangan sehat yang terjangkau.  (United Nations Indonesia, 2020).

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*