Editor 7 Desember 2020

Sekedar Gambaran Pernyataan Bersama

            Pemerintah dan  berbagai  organisasi atau institusi  di  Indonesia  berupaya untuk melindungi warga dari Coronavirus Disease–2019 (Covid 19). Upaya penting yang akan menyelamatkan banyak nyawa ini memerlukan langkah-langkah untuk memperlambat penularan Covid 19. Berbagai langkah tersebut mengakibatkan kesulitan bagi banyak keluarga atau kelompok yang rentan. Secara khusus, pandemi ini berdampak terhadap pendapatan rumah tangga, rantai pasokan pangan, layanan kesehatan, dan kegiatan belajar di sekolah.

            Dalam pernyataan bersama itu, termaktub saran-saran tindakan. Tindakan yang diuraikan dalam pernyataan ini mencakup enam tema:  pangan sehat; gizi ibu, bayi dan balita; tatalaksana gizi kurang; suplementasi gizi mikro; pemberian makanan bergizi untuk anak sekolah, dan surveilans gizi.

            Pertama, ketersediaan pangan di rumah tangga. Rantai suplai pangan harus terus bergerak dan memastikan ketersediaan pangan bergizi. Pendapatan dan mata pencaharian mereka yang bergantung pada pertanian harus dilindungi. Skema perlindungan sosial dan program  di tingkat  masyarakat  harus membantu memastikan bahwa kelompok yang paling rentan dapat mengakses makanan bergizi. Pesan yang jelas harus dikomunikasikan tentang pentingnya  asupan  makanan yang sehat dan aman serta membatasi konsumsi makanan yang berkontribusi terhadap kelebihan berat badan dan obesitas.

            Kedua, Gizi ibu, bayi dan balita. Layanan kesehatan harus terus menyediakan layanan gizi penting untuk ibu hamil dan menyusui, bayi baru lahir dan anak-anak yang sakit. Mereka juga harus memberikan dukungan yang tepat bagi ibu menyusui, termasuk ibu dengan Covid 19, dan mengkomunikasikan informasi yang akurat tentang gizi ibu, bayi, dan balita.

Ketiga, Tatalaksana gizi kurang. Layanan untuk menyelamatkan dan merawat anak-anak yang mengalami gizi kurang dan ibu yang kekurangan gizi harus dipertahankan dan disesuaikan, diantaranya dengan meminimalkan kunjungan langsung untuk perawatan dan lebih banyak memberikan persediaan pangan bergizi di rumah. Tindakan pencegahan gizi kurang diperlukan untuk anak-anak yang rentan dan kelompok populasi lain yang berisiko, termasuk orang berusia lanjut dan orang sakit.

Keempat, Suplementasi gizi mikro. Program untuk mencegah dan mengendalikan defisiensi mikronutrien harus dilanjutkan dengan memberikan layanan rutin untuk  remaja  putri,  ibu hamil  dan balita. Namun, pemberian suplementasi massal yang direncanakan (misalnya pemberian vitamin A dan obat cacing) harus ditunda dan direncanakan jika keadaan telah memungkinkan.

Kelima, Surveilans gizi. Kami melihat pentingnya dilakukan upaya pengawasan pelayanan gizi yang disesuaikan dengan menggunakan ponsel (jarak jauh) atau survei berbasis web. Penentuan pengambilan data tepat waktu dan pembaruan data untuk mengidentifikasi populasi yang berisiko tetapi juga untuk memantau dan mengatasi faktor-faktor yang kemungkinan memiliki dampak negatif pada status gizi kelompok yang rentan. (United Nations Indonesia, 2020).

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*